<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanya Jawab Desa &#8211; Updesa</title>
	<atom:link href="https://updesa.com/category/tanya-jawab-desa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://updesa.com</link>
	<description>Maju Bersama Desa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jun 2025 16:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://updesa.com/wp-content/uploads/2020/08/cropped-cropped-updesa_1-2-32x32.png</url>
	<title>Tanya Jawab Desa &#8211; Updesa</title>
	<link>https://updesa.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berapa Tahun Jabatan Kepala Desa? Ini Penjelasan Singkatnya</title>
		<link>https://updesa.com/berapa-tahun-jabatan-kepala-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mariyadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2024 14:55:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://updesa.com/?p=18802</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan seperti itu yang kerapkali ditanyakan kepada saya. &#160; Padahal, kita semua tahu. Bahwa didalam Undang-Undang Desa (sebelum dilakukan revisi) jabatan kepala desa itu hanya 6 tahun untuk satu periode jabatan. &#160; Dan kepala desa yang sama, itu hanya dapat menjabat menjadi kepala desa, selama tiga periode saja. &#160; Artinya, jabatan kepala desa untuk satu [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa yang Mengevaluasi APBDes?</title>
		<link>https://updesa.com/siapa-yang-mengevaluasi-apbdes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mariyadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2023 15:25:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://updesa.com/?p=18374</guid>

					<description><![CDATA[Evaluasi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) merupakan tahap krusial dalam penetapan APBDes yang sesuai dengan kebutuhan serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku. &#160; Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, proses evaluasi ini melibatkan beberapa pihak dengan peran yang spesifik. &#160; Dalam hal ini, Bupati atau Wali Kota memegang peran utama [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biaya Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepala Desa Darimana? Ini Jawabannya</title>
		<link>https://updesa.com/biaya-pelatihan-peningkatan-kapasitas-kepala-desa-darimana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mariyadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2023 09:47:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://updesa.com/?p=18016</guid>

					<description><![CDATA[Sumber biaya pelatihan peningkatan kapasitas kepala desa, sesuai dengan Permendagri Nomor 85 Tahun 2015 tentang Kepala Desa, berasal dari beberapa tingkatan pemerintahan dan anggaran tertentu, seperti yang diatur dalam peraturan tersebut. Sumber pendanaan tersebut mencakup : &#160; &#160; APBD Kabupaten/Kota: Bagian dari biaya pelatihan awal masa jabatan kepala desa, sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alokasi Dana Desa Berasal Dari Mana?</title>
		<link>https://updesa.com/alokasi-dana-desa-berasal-dari-mana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mariyadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2023 03:53:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://updesa.com/?p=17277</guid>

					<description><![CDATA[Alokasi Dana Desa (ADD) berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang dialokasikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten/kota di Indonesia. &#160; Besaran ADD yang diterima oleh masing-masing kabupaten/kota berbeda-beda tergantung pada jumlah penduduk dan luas wilayahnya. &#160; Setelah diterima oleh pemerintah kabupaten/kota, ADD akan disalurkan kepada pemerintah desa di wilayahnya. ADD ini dapat digunakan untuk [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
