Kriteria dan Kategori Model Pengelolaan Inovasi Desa

Berdasarkan diagnosa pengelolaan Inovasi desa yang dilakukan di sejumlah lokasi, banyak pengetahuan dan kegiatan inovatif yang telah dilakukan atas inisiatif masyarakat,

Pemerintah Desa maupun Kabupaten dalam menjawab sebuah tantangan atau dalam menjalankan kegiatan pembangunan.

Pertukaran pengetahuan dan pembelajaran antar-desa maupun dengan kabupaten pun telah terjadi. Inisiatif tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan mendapat dukungan dari berbagai program.

 

Model Pengelolaan Inovasi desa

 

Meski demikian,

 

seiring berhentinya sebuah program, tidak sedikit inisiatif yang hilang. Untuk itu, perlu ada sistem pengelolaan inisiatif yang memiliki nilai-nilai inovasi.

 

Selain untuk menjamin keberlanjutan inisiatif tersebut, pengelolaan yang baik dapat memungkinkan pihak lain mengakses informasi terkait inisiatif atau inovasi tersebut, menjadikan inspirasi atau bahkan rujukan bagi penyelesaian masalah mereka atau pengayaan kegiatan pembangunan yang lebih efektif dan inovatif.

 

Definis,Kriteria dan Kategori Pengelolaan Inovasi

 

Apa yang dimaksud Inovasi dalam model ini?

 

Pertama,inovasi tidak sama dengan praktik cerdas (best practice)

Kedua,inovasi disini merujuk pada cara atau pendekatan yang berbeda dari biasanya (apakah itu cara baru atau cara yang dikembangkan dari yang sudah ada sebelumnya) yang ditempuh oleh (kelompok) masyarakat atau instansi, dalam menjawab suatu masalah/tantanganyang dihadapi atau dalam mengerjakan sesuatu, aplikatif dan terbukti berhasil

 

Apa saja yang termasuk Kriteria Inovasi dalam model ini?

Kriteria Inovasi adalah segala bentuk inisiatif atau “gebrakan” dari masyarakat/ group/ satuan kerja, baik dalam perencanaan dan pengembangan PSD sebagai akibat dari intervensi Generasi maupun aktivitas lainnya yang:

Sangat Dibutuhkan (ada permintaan) di masyarakat :

 

>> Terdefinisi dengan baik

>> Dapat direkam

>> Dapat/layak untuk dibagikan

>> Dapat diulang dan dikembangkan

>> Relevan

 

Apa saja Kategori Inovasi dalam model ini?

 

>> Kategori kegiatan pembangunan di bidang infrastruktur, kewirausahaan atau pengembangan ekonomi lokal dan sumberdaya manusia yang memberi manfaat secara luas bagi masyarakat dan diketahui oleh masyarakat;

>> Upaya-upaya yang berhasil mendorong terwujudnya kegiatan pembangunan berkualitas, serta mendorong partisipasi dan kegotongroyongan masyarakat dalam pembangunan;

>> Kegiatan pengembangan sistem yang berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan sosial budaya;

>> Kegiatan pembangunan yang memiliki nilai keunikan karena mengadopsi unsur budaya/potensi lokal dan pemanfaatan yang lebih luas serta memiliki nilai keberlanjutan;

>> Kegiatan yang mempunyai sifat kebaruan atau penggabungan unsur baru dengan yang sudah ada dan memberikan perubahan yang signifikan dari cara-cara sebelumnya dan memiliki nilai keberlanjutan;

>> Kegiatan pembangunan yang dikembangkan dengan menyesuaikan terhadap kondisi geografis, keberadaan sumberdaya dan fasilitas yang tersedia.

 

Model Pengelolaan Inovasi

 

Ada 2 model pengelolaan inovasi yang wajib anda ketahui,yaitu

#1. Model pengelolaan Inovasi Tingkat Kabupaten,dan

#2. Model pengelolaan Inovasi Tingkat Kecamatan.

 

Berikut ini Penjelasanya :

Apa itu Program Inovasi Desa,

Tujuan dan gajinya berapa ?

Saya yakin ketika anda ditunjuk sebagai Tim Pelaksana Program Inovasi Desa pasti bingung dan bertanya apa itu program inovasi desa.

AYO BACA BAB 1

 

3 Alasan mengapa Desa harus Berinovasi

Kurangnya interaksi pemerintah desa kepada masyarakat
Perencanaan dan penganggaran terkesan di tutup – tutupi
Masyarakat desa yang berfikir kritis di singkirkan.

AYO BACA BAB 2

 

Siapa saja Tim Inovasi Desa ?

Tim ini diharapkan diisi oleh perwakilan warga desa yang memiliki minat besar dalam pengembangan inovasi pembangunan desa yang ada di wilayahnya, mendokumentasikan, membagikan, serta mempromosikannya.

AYO BACA BAB 3

 

Contoh Program Inovasi Desa

Tidak ada gambaran sama sekali tentang cara berinovasi, memang membuat bingung ditambah lagi tidak adanya contoh Program Inovasi Desa.

Pastilah kepala kita mulai pusing memikirkanya…

AYO BACA BAB 4

 

Apa itu PJLT dalam PID

Dalam artikel ini berisi tentang apa itu PJLT dan apa tugas dan tanggung jawab pendamping desa dalam

Program inovasi desa…

AYO BACA BAB 5

 


#1. M
odel Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten

 

Apa itu Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten?

 

Sebuah model pengelolaan inovasi serta upaya diseminasi, monitoring dan evaluasinya, yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten;

 

Apa tujuannya?

 

-1. Mendorong Kabupaten mengelola inovasi, serta menjadikannya sebagai Aset Daerah yang bermanfaat bagi percepatan pembangunan desa melalui penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif;

-2. Mendorong Kabupaten memiliki media dan forum komunikasi dan belajar melalui pertukaran inovasi secara regular dan berkelanjutan.

 

Siapa yang mengelola model ini?

 

Sebuah Tim Inovasi di Tingkat Kabupaten

 

Bagaimana Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten Dilakukan?

 

>> Pengidentifikasian, verifikasi dan pemilihan minimal satu praktik cerdas yang memiliki muatan inovasi

per kecamatan.

>> Pendokumentasian inovasi-inovasi terpilih dalam berbagai format, baik dokumen pembelajaran tertulis,

gambar, audio atau video.

>> Pengemasan inovasi menjadi materi sosialisasi, publikasi atau promosi dan pelatihan.

>> Pengunggahan dan penyimpanan dokumen pembelajaran (inovasi-inovasi yang telah didokumentasikan)

pada aplikasi.

>> Pengidentifikasian media promosi/publikasi/penyebaran dokumen inovasi dan materi lainnya,

serta penjalinan kerjasama promosi/publikasi/penyebaran dokumen inovasi dan materi lainnya.

>> Penyebaran dokumen pembelajaran antar-desa dan kabupaten melalui berbagai saluran komunikasi.

>> Pengelolaan, penyelenggaraan, dan pendokumentasian pelaksanaan Bursa Inovasi.

>> Monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta dampak pelaksanaan Bursa Inovasi.

 

#2. Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kecamatan

 

Apa itu Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kecamatan?

 

Sebuah model pengelolaan dan diseminasi inovasi yang dikelola dan dilaksanakan di tingkat Kecamatan.

 

Apa tujuannya?

 

-1 Melanjutkan bahkan mengembangkan upaya-upaya inovatif yang lahir di masyarakat untuk mencapai kemandirian desa melalui penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif;

-2 Mendokumentasikan praktik cerdas yang memiliki muataan inovasi dari setiap desa dan menjadikannya sebagai Aset Kecamatan;

Menyediakan media pembelajaran atau forum pertukaran inovasi di tingkat kecamatan untuk kemajuan bersama.

 

Siapa yang mengelola model ini?

 

Sebuah Tim Pelaksana Inovasi Desa yang berkedudukan di Kecamatan

 

Bagaimana Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kecamatan Dilakukan?

 

>> Pengidentifikasian dan pemilihan inisiatif yang bermuatan inovasi dari desa-desa;

>> Pendokumentasian secara sederhana dari inisiatif atau kegiatan-kegiatan inovatif di desa-desa, dalam

berbagai   bentuk yang memungkinkan. Bisa dalam bentuk tulisan, gambar, video, maupun audio;

>> Pengemasan inovasi sesuai tema menjadi materi sosialisasi dan komunikasi sederhana;

>> Penyimpanan dokumen-dokumen pembelajaran dalam tempat/ruangan tertentu;

>> Penyebaran dokumen-dokumen pembelajaran ke desa-desa melalui berbagai saluran komunikasi

(Lihat Pedoman Pelaksanaan Sosialisasi) dan/atau melalui forum-forum pertemuan masyarakat antar-desa

>> Penentuan minimal satu inovasi per kecamatan untuk diajukan, diverivikasi dan dikelola oleh

Tim Inovasi Kabupaten

 

Contoh instrumen dasar kegiatan belajar

 

Berikut ini adalah contoh beberapa instrumen dasar kegiatan peningkatan kapasitas bagi desa yang dapat dimodifikasi dan digunakan sesuai kebutuhan dalam memfasilitasi kebutuhan desa yang akan mereplikasi inovasi.

 

Kelompok BelajarPertemuan kelompok secara regular dan memiliki kesamaan minat untuk saling belajar satu dengan lain, misalkan sebulan sekali atau sesuai kesepakatan
KonferensiMengirim perwakilan desa/ daerah untuk menghadiri pertemuan dimana sejumlah besar peserta datang bersama-sama untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang topik/ tema khusus, terutama pengetahuan yang dimiliki desa/ daerah atau yang mungkin dibutuhkan desa/ daerah.
Kunjungan pakarMengirim atau mengundang praktisi atau pakar khusus dari sebuah desa/ kabupaten/ organisasi penyedia pengetahuan ke sebuah desa/ kabupaten/ organisasi yang membutuhkannya untuk menilai kondisi riil saat ini dan memberikan bimbingan dalam penyelesaian masalah atau tantangan yang dihadapi
Bincang PengetahuanMemfasilitasi perbincangan antara pihak yang memiliki pengetahuan dengan pihak yang membutuhkan (agen perubahan) guna menggali akar masalah dan membuka wawasan hingga menghasilkan sebuah tindakan atau hasil nyata
Studi turKunjungan atau serangkaian kunjungan, baik oleh individu atau group, ke satu atau lebih desa/ kecamatan/ kabupaten atau tempat-tempat di kecamatan/ kabupaten yang sama, dengan tujuan untuk mempelajari dan mendalami hal/ bidang khusus secara langsung dari sumbernya, misalkan bagaimana satu hal dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil
TandemMenggandeng desa/ lembaga dengan potensi sama, namun lebih matang dan berpengalaman, untuk bermitra guna menghasilkan sesuatu yang menguntungkan kedua belah pihak
WorkshopKegiatan terstruktur untuk mendorong peserta memecahkan sebuah isu atau permasalahan dengan cara bekerjasama. Dapat dilakukan di tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi

 

contoh yang dapat digunakan untuk sosialisasi, promosi, publikasi atau pelatihan

 

1)      Baliho

2)      Backdrop

3)      Spanduk

4)      Banner

5)      Brosur

6)      Poster

7)      Press release

8)      Infokit

9)      Buletin

10)   Website

11)   Cerita bergambar

12)   Infografik

13)   Videografik/animasi

14)    Buku Pembelajaran

15)   Dll

 

contoh kegiatan sosialisasi, promosi atau publikasi yang dapat dilakukan

 

Penyebaran informasi dan materi/dokumen inovasi melalui berbagai saluran komunikasi, sosialisasi/promosi/publikasi antar-desa dan kabupaten, baik yang dimiliki sendiri maupun dimiliki pihak lain melalui jalinan kerjasama (Lihat Pedoman Pelaksanaan Sosialisasi;

> Pembuatan dan mengiriman press release kegiatan ke media massa;

> Penyelenggaraan jumpa pers terkait kegiatan tertentu;

> Pemasangan baliho, spanduk, banner, poster, umbul-umbul kegiatan;

> Pendistribusian soft copy dan hardcopy dokumentasi inovasi ke berbagai pihak;

> Kontribusi konten atau pengisian acara di media massa lokasl: talkshow, running text, dll;

> Kerjasama peliputan kegiatan dengan media local;

> Penayangan dokumen inovasi pada website dan media tayang lain;

> Kerjasama sosialisasi, promosi, publikasi dengan berbagai instansi;

> Media field visit –mengundang media atau pihak tertentu ke salah satu desa innovator;

 

Dari artikel diatas mungkin anda bisa memilih beberapa model didalam pengelolaan inovasi di desa anda..

semoga bermanfaat dan bila anda belum paham secara lengkap tentang program inovasi desa silahkan

baca  dari bab pertama sampai bab lima diatas.