Perbedaan Desa dan Kelurahan, Begini Jawabannya

Apa saja perbedaan desa dan kelurahan?

 

Setidaknya ada 9 hal yang membedakan di antara keduanya.

 

Langsung saja,

berikut ini poin-poin pembeda antara desa serta kelurahan.

 

Pemimpin: Kepala Desa vs Lurah

 

Aspek pertama yang terlihat jelas membedakan antara desa dan kelurahan adalah pemimpinnya.

 

Siapa pemimpin desa? Jelas Kades atau kepala desa.

Sedangkan,

pemimpin kelurahan? Tak lain dan tak bukan adalah lurah.

 

Perbedaan ini bukan sekedar perbedaan nama.

Perbedaan yang lebih mendasar bisa dilihat pada poin selanjutnya di bawah ini.

 

 

Status Pemimpin: PNS vs Non PNS

 

Bila dilihat dari status pemimpin,

kelurahan dikepalai oleh seoarang dengan jabatan PNS. Sedangkan kades tidak.

 

Kades diangkat melalui pilkades yang melibatkan seluruh penduduk desa.

Sedangkan lurah ditunjuk oleh bupati.

 

Perbedaan status kepemimpinan ini memang terkait dengan pengangkatannya.

Jabatan seperti kades analog dengan jabatan seperti pemimpin yang dipilih oleh –

berbagai pemilihan umum yang sifatnya memang non PNS.

 

 

Masa Kepemimpinan: Terbatas vs Tak Terbatas

 

Perbedan desa dan kelurahan selanjutnya bisa dilihat dari masa kepemimpinan pemimpinnya.

Kades, karena ia dipilih melalui mekanisme pemilihan, memiliki masa jabatan yang terbatas.

Hal ini berbeda dengan lurah yang masa jabatannya tak punya batasan seperti itu.

 

 

Pengangkatan: Diangkat vs Ditunjuk

 

Sebagaimana disebut di atas,

pemimpin desa dipilih melalui pilkades sedangkan pemimpin kelurahan ditunjuk –

oleh struktur di atasnya.

 

 

Kultur Masyarakat: Lebih Renggang vs Lebih Erat

 

Selain aspek pemimpinnya,

kita juga perlu menilik kondisi sosiologis masyarakatnya.

 

Dari segi kultural,

secara umum masyarakat desa memiliki ikatan yang lebih kuat dibanding –

masyarakat dalam satu kelurahan.

 

Alasannya,

sebetulnya karena luas area yang berbeda,

dan kondisi kelurahan yang bisa berupa masyarakat urban yang lebih individualis.

 

 

Ekonomi: Variatif vs Bergantung pada Alam

 

Secara umum, dari aspek ekonomi, masyarakat desa dicirikan sebagai masyarakat –

dengan kegiatan ekonomi bergantung pada alam.

 

Misalnya saja sebagai pelayan, petani, pembuat gula arena, dan sejenisnya.

 

Masyarakat keluarahan memiliki kegiatan ekonomi yang secara umum lebih beragam.

Beberapa pekerjaan lain yang sering terlihat adalah pekerjaan di bidang perdagangan,

birokrat, sampai jasa.

 

 

Gaya Hidup: Variatif vs Lebih Monoton

 

Dari gaya hidupnya,

kita juga bisa mendapat gambaran perbedaan desa dan kelurahan.

 

Gaya hidup didesa secara umum lebih lambat dan lebih tradisional.

Masyarakat kelurahan yang bisa terdiri atas masyarakat urban

memiliki gaya yang lebih dinamis.

 

 

Badan Perwakilan: BPD vs DK

 

Berdasakan badan perwakilannya,

masing-masing unit pemerintahan ini punya badan perwakilan tersendiri.

Bila desa diwakili Badan Perwakilan Desa, keluarahan diwakili Dewan Kelurahan.

 

 

Jumlah Penduduk: Lebih Banyak vs Lebih Sedikit

 

Pemerintah desa membawahi jumlah penduduk yang lebih sedikit –

dibandingkan dengan kelurahan.

 

Bagaimana tidak?

Desa secara definisi adalah struktur terendah di bawah camat.

Kelurahan sendiri bisa diartikan sebagai unit pemerintahan yang membawahi –

beberapa unit RW atau setingkat dengan desa.

 

 

Simpulan Perbedaan Desa dan Kelurahan

 

Bagaimana?

Rasanya sudah cukup jelas ya penjelasan mengenai perbedaan antara desa dan kelurahan di atas.

 

Singkatnya,

berikut ini adalah kesembilan poin perbedaan desa dan lurah:

 

Baca Juga : 6 Fungsi Desa

 

  1. Pemimpinnya
  2. Status Pemimpin
  3. Masa Kepemimpinan
  4. Kultur Masyarakat
  5. Ekonomi
  6. Gaya Hidup
  7. Komposisi Masyarakat
  8. Badan Perwakilan
  9. Jumlah Penduduk

 

 

Kedua wilayah ini memang memiliki perbedaan yang sangat mendasar.

Perbedaan-perbedaan itu membuat karakter antara desa dan kelurahan juga

berlainan satu sama lain.

 

Bagaimana tidak?

Dari penjelasan perbedaan desa dan kelurahan di atas,

mulai dalam hal status pemimpin hingga gaya hidupnya

secara umum bisa berlainan satu sama lain.