10 Langkah Mudah Menyusun Ad Art Bumdes

ad art bumdes

Ad Art Bumdes menentukan perkembangan usaha anda kedepan

updesa.com – Faktanya,masih banyak yang belum paham mekanisme penyusunan Ad Art Bumdes.

Kenyataanya,banyak yang masih melakukan copy paste lalu replace.

..dan celakanya tanpa di koreksi lalu di print,kemudian di kumpul.

 

Ketika sudah dikumpul,

Di cek,

Eh…ternyata masih ada yang salah..

 

Kesalahan yang sering terjadi ialah nama desa belum di ubah,

Nama kecamatan juga belum di ubah,

Nama kabupaten lagi lagi belum di ubah,

….serta satu lagi,pembagian SHU juga lupa di ubah..

Apa gak parah tu.

 

Sepertinya membuat ad art bumdes itu mudah..

Tapi jangan anggap remeh..

 

Karena ad art bumdes merupakan pedoman kerja bagi organisasi bumdes..

 

Ad dan Art itu beda..

Kalau Ad itu untuk mengatur aturan-aturan pokok saja dalam organisasi yang

berfungsi sebagai pedoman dan kebijakan untuk mencapai

tujuan serta menyusun aturan-aturan lain.

 

Sedangkan,

 

Art itu untuk aturan tertulis, sebagai bentuk

operasional yang lebih terinci dari aturan-aturan pokok dalam

Anggaran Dasar (AD) dalam melaksanakan tata kegiatan

Organisasi.

 

Jadi anda harus mengerti betul..

Aturan mana yang masuk dalam Anggaran Dasar ( AD) Bumdes,dan

Aturan  mana  mana yang seharusnya masuk ke ART..

Jangan sampai anda salah…lalu,

Jika semua itu telah anda kuasi sepenuhnya,

saya yakin anda akan bisa serta mampu di dalam menyusun ad art bumdes yang berkualitas…

Dan bukan asal jadi seperti yang  saya contohkan di atas tadi..

 

Kemudian ,bagi anda yang masih bingung dan sama sekali belum paham sama sekali tentang ad art,

..tenang

 

Saya akan uraiakan secara jelas

bagaimana cara membuat ad art yang berkualitas dan cocok bagi usaha bumdes yang akan anda jalankan ke depanya.

 

Dan semoga ini bisa menjadi pedoman ataupun gambaran di dalam membuat ad art bumdes anda ?

 

Baiklah kita mulai saja :

 

Mempelajari Ad Art Bumdes satu persatu

 

 

 

# A. Anggaran Dasar  Bumdes

 

Sudah saya jelaskan di atas tadi bahwa anggaran dasar memuat tentang aturan pokok dan tidak terperinci seperti halnya Anggaran Rumah Tangga yang nanti akan saya jelaskan di bawah..

 

Ada 3 point penting menurut saya di dalam penyusunan Ad bumdes

 

1. Nama dan Kedudukan Bumdes

 

Nama Bumdes sangat erah hubunganya dengan keberhasilan faktor keberhasilan.

Semakin mudah diingat akan semakin terkenal.

 

Jadi,tidak usah terlalu susah didalam pemberian nama Bumdes anda,

Sederhana tapi terlihat modern..

 

Satu contoh :

updesa

Mungkin anda pernah bertanya – tanya mengapa saya memberikan nama website ini dengan nama UPDESA..

Saya jelaskan sebenarnya nama UPDESA terdiri dari dua suku kata

 

Kata “ UP “ dan “Desa

UP berarti Bangun atau Maju,sedangkan

DESA merupakan bagian di suatu wilayah di bawah naungan Kabupaten/Kota dan tumbuh bersama untuk membangun Negara.

 

Jadi bila kita artikan secara luas UPDESA merupakan website yang ingin berkontibusi didalam membangun serta memajukan masyarakat secara bersamasama di Desa.

 

Kemudian saya kerucutkan…

Hingga menjadi slogan : Maju bersama Desa

 

Paham kan…

Betapa pentingnya nama untuk membangun usaha kedepan.

 

Lalu untuk kedudukan bumdes…

Jika anda belum mempunyai kantor tersediri,lebih baik usahanya menumpang terlebih dahulu di balai desa atau di tempat yang anda bisa sewa…

 

Setelah di lihat keuangan bumdes anda kuat bisa anda membangun gedung yang terpisah dari balai desa..

 

 

2. Status Kepemilikan Bumdes siapa yang lebih berhak

 

Ada yang bertanya seperti itu kepada saya,

 

“mas emang siapa yang lebih berhak memiliki bumdes “

 

Ingat bukan pengurus..

Ini yang sering salah…

 

Pengurus seakan – akan ingin menguasai seluruhnya asset bumdes padahal di dalam panduan bumdes di katakan bahwa :

 

51 % permodalan bumdes di biaya dari pemerintah desa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APBDes ) dan sisanya yang 49% dari Masyarakat desa.

 

Itu artinya Pemerintah desa dan masyarakatlah yang memiliki Bumdes.

 

 

3. Jenis Usaha Bumdes yang akan dijalankan

 

Ingat…

Pemerintah Desa gak usah mengintervensi dengan jenis usaha yang akan di jalankan..

Gak usah mengatur,

Gak usah memutuskan…

 

Intinya pemerintah desa hanya bisa menjebatani serta memaparkan potensi apa yang bisa di kembangkan di desa.

 

Ambil profil desa,buka dan lihat..

Apa yang bisa di kembangkan dan yang menjadi paling potensial untuk maju…

Keputusan tertinggi tetap berada pada musyawarah desa yang di sepakati bersama yang di tuangkan dalam Peraturan Desa…

usaha desa

Lihat diatas :

Ada banyak jenis usaha bumdes yang bisa di jadikan opsi pilihan.

selain itu  ada ..

 

Usaha Penggemukan Hewan,

Usaha Listrik Desa,

Usaha Jasa Keuangan,

Usaha Wisata Desa,

Usaha Air Minum skala Desa, dan

Masih banyak contoh jenis usaha bumdes…

 

Penting : sesuaikan dengan potensi yang ada desa anda !!!

 

Untuk lebih jelasnya tentang Anggaran Dasar Badan Usaha Milik Desa

Anda bisa download :

 

Contoh Anggaran Dasar Bumdes

 

 

# B. Anggaran Rumah Tangga Bumdes

 

Maju mundurnya usaha keluarga tergantung bagaimana cara mengatur keuangan keluarga.

 

“ Lebih besar pasak ( biaya ) atau tiang (pendapatan)”.

 

Jika pasak tidak dapat di kendalikan tentu tiang akan hancur

Akan tetapi,

Jika tiang sudah kuat sudah barang tentu bisa menciptakan tiang – tiang lainya.

 

Disini artinya

Keuangan bumdes harus kuat di topang dengan managemen yang baik.

Tanpa managemen yang baik..

…sekuat apapun keuangan pasti akan habis.

 

Sekedar saran : Pilih pengurus yang benar benar berkompetensi,pandai startegi pemasaran –

,pandai pembukuan,dan pandai pengadministrasian..

Jika tidak ada cari yang benar benar jujur dan mau belajar.

 

Sebenarnya riskan sih,

Keuangan Bumdes kan begitu besar, tetapi ketika melakukan penjaringan,syarat pengurus bumdes tanpa melampirkan track record.

 

Pokoknya pintar – pintar deh dalam mencari calon pengurus bumdes…

Jangan karena saudara,sahabat,teman,tim sukses lalu main masukin kedalam stuktur organisasi bumdes..

 

Itu sering terjadi..

Ya usahakan hindari yang seperti itu.

Independen aja lah,gak usah neko – neko ( macam – macam ).

 

Kan kalau maju juga bisa untuk kesejahteraan masyarakat kita..

Iya,to…

 

Kemudian ada beberapa hal penting juga dalam art bumdes..

Bedanya ini lebih terperinci..

 

Berikut ini hal penting dalam membuat Art Bumdes :

 

4 . Hak dan Kewajiban Pengelola Bumdes

 

Ada istilah yang mengatakan :

 

“ dahulukan dulu kewajiban baru menutut hak “

 

Kalau kewajiban sudah di penuhi tapi hak belum di berikan itu namanya “Lumpsum”

He..he..he..

 

Lihat tu perangkat desa, sudah kerja tiap hari tapi gajinya baru di bayar triwulan.

Bener to…

 

Padahal dalam undang – undang desa di jelaskan bahwa :

 

Penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa akan di bayar setiap bulanya..

Tapi kenyataanya gak !!!

 

 

Istilah jawa “ arep duit yo kerjo disek “ wkwk

 

 

Itu hanya intermezzo kok…

Biar gak terlalu serius..

 

Ok lanjut ke hak dan kewajiban pengelola bumdes.

 

Perlu di pahami,

 

Bahwa hak pengelola BUMDes ialah mendapatkan Honor setiap bulan serta besaranya disesuaikan dengan ( tiang ) itu tadi…

 

Masak pendapatan kecil kok mau minta gaji besar,

Bisa – bisa vailid dan bangkrut

…pokoknya di atur aja yang masuk akal asalkan tidak membebani keuangan bumdes.

 

Selain itu,pengelola bumdes juga berhak mendapatkan Sisa Hasil Usaha ( SHU ) serta tunjangan hari raya setiap tahunya, sama seperti point diatas ( sesuaikan tiang ).

 

Lanjut ke kewajiban..

Salah satu kewajiban pengelola ialah membuat laporan keuangan dan sejauh mana usaha itu berkembang..

 

Lalu apa saja yang perlu di pesiapkan dalam pembuatan laporan keuangan bumdes…

 

== Neraca Saldo,

== Laporan Laba/Rugi,dan

== Laporan Perubahan Modal.

 

Bingung,cara membuat pembukuan bumdes ?

Besok saya jelaskan secara tuntas dan lengkap.

 

Tetapi untuk sementara kita tuntaskan materi ad art bumdes dulu

Supaya nanti tidak tambah pusing..

 

Oy,satu lagi untuk pelaporan sebaiknya di buat 2 kali ya selama 1 tahun.

 

 

5 . Kewajiban Pengawas Bumdes

 

Kita tahu dalam struktur bumdes bahwa pengawas di pegang oleh Badan Permusyawarat Desa atau sering kita sebut BPD.

Ada beberapa kewajiban BPD terutama dalam pengawasan Bumdes.

 

Kewajiban tersebut seperti :

== melaksanakan Rapat Umum paling sedikit 1 kali dalam setahun.

Rapat tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengurus bumdes,memilih dan menetapkan

jika ada pergantian pengawas kemudian menetapkan kebijakan kegiatan usaha yang di jalankan Bumdes.

 

6 . Masa Bhakti Pengelola Bumdes

 

Ada baiknya masa bhakti tidak lebih dari 3 tahun dan melakukan pemilihan kembali pengelola pengurus..

 

Hal itu agar memberikan kesempatan pada yang lain agar bisa mencalonkan diri menjadi pengelola bumdes..

Jika terlalu lama ada kecendrungan menyimpang ( tidak semua )..

Ya…

Kalau bisa gak terlalu lama deh…

Kemudian untuk batas usia maksimal yang menjabat pengurus berusia 56 tahun.

 

 

7. Syarat Menjadi Pengurus Bumdes

 

syarat pengurus bumdes

permendesa nomor 4 tahun 2015

 

Ini yang paling di tunggukan…

 

Untuk syarat pengurus bumdes lihat di pasal 14 permendes nomor 4 tahun 2015 dengan uraian sebagai berikut

 

= Masyarakat Desa  yang mempunyai jiwa wirausaha,

= Berdomisili dan menetap di Desa  sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun,

= Berkepribadian baik, jujur, adil, cakap dan perhatian terhadap usaha ekonomi Desa,

= Pendidikan minimal setingkat SMU/Madrasah Aliyah/SMK atau sederajat.

 

 

8. Pemberhentian Pengurus Bumdes

 

Pengurus bumdes dapat diberhentikan dengan alasan :

 

== Meninggal dunia.

== Telah selesai masa bhakti sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan

Anggaran Rumah Tangga BUMDES .

== Mengundurkan diri.

== Tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga menghambat perkembangan

kinerja BUMDES .

== Terlibat kasus pidana dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

 

Mekanisme pemberhentian dilakukan dengan 2 cara ini :

 

== 1. Pengangkatan dan Pemberhentian Pengurus melalui Musyawarah Desa .

== 2. Pengangkatan dan Pemberhentian Pengurus ditetapkan dengan surat Keputusan

Kepala Desa .

 

 

9 . Penyertaan Modal Usaha Bumdes

 

Penyertaan modal bumdes dapat di lakukan dengan membuat proposal pengajuan .

Proposal itu di tujukan ke kepala desa atau penopang dana untuk di biayai..

 

Sebaiknya ketika membuat proposal buat sebaik mungkin dengan analisa keuntungan yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan…

Untuk sumber modal bumdes sendiri berasal dari APBDes atau Masyarakat Desa yang terdiri dari :

 

# a. Hibah dari pihak swasta, lembaga sosial ekonomi kemasyarakatan dan/atau lembaga

donor yang disalurkan melalui mekanisme APBDes,

#b. Bantuan Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi, dan Pemerintah daerah Kabupaten

yang disalurkan melalui mekanisme APBDes,

#c. Kejasama usaha dari pihak swasta, lembaga sosial ekonomi kemasyarakatan dan/

atau lembaga donor yang dipastikan sebagai kekayaan kolektif Desa  dan disalurkan

melalui mekanisme APBDes.

#d. Aset Desa  yang diserahkan kepada APBDes sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang – undangan tentang aset Desa.

 

10 . Sisa Hasil Usaha ( SHU ) Bumdes.

 

Ini yang biasa menjadi perdebatan alot ketika sedang melakukan musyawarah..

Satu sisi saling minta persentase SHU di besarkan dan yang lainya pun demikian.

 

Ya pokoknya sesuaikan proposi saja dan hindari perdebatan..

Intinya kita bukan cari untung tapi mencari supaya masyarakat kita sejahtera.

 

Cocok kan !!!

 

Untuk lebih lengkapnya sekalian saya bagikan contoh ART Bumdes..

 

Contoh Anggaran Rumah Tangga ( ART ) Bumdes.

 

Sudah saya jelaskan semuanya kepada anda tentang ad art bumdes mulai dari awal hingga akhir..

Semoga artikel ini bisa menjadi bahan acuan atau bahan perbandingan bagi kawan kawan pengurus bumdes.

 

Untuk masalah lainya yang berkaitan ad art bumdes yang kurang sesuai dengan yang ada di desa anda sebaiknya

di musyawarahkan bersama pemerintah desa,BPD dan Masyarakat.