Menghasilkan Pendapatan dengan Memanfaatkan Internet di Masa Covid-19

Menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19 itu tidak sulit, juga tidak mudah.

 

Perlu paham dulu tips dan triknya.

 

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan secara tuntas dan gambang, bagimana tips dan trik memperolehnya.

 

Yang pastinya sesuai dengan pengalaman saya dan yang pernah saya lalui.

 

Mari Kita mulai.

 

Daftar Pengalaman, Bagaimana Saya Memanfaat Internet di Masa Covid-19 untuk Menambah Penghasilan/Pendapatan/Income bagi Keluarga :

 

  1. Google Partner
  2. Affilliate Partner
  3. Banner/Content Placement
  4. Jasa Pembuatan Website
  5. Jadi Penulis/Kontibutor
  6. Nge-Youtube
  7. Rencana Saya

 

 

Faktanya :

 

Sebaran kasus positif harian Covid-19 di Indonesia, semakin menanjak saja kurva-nya.

 

kurva statistik penyebaran covid-19

Kurva Harian Penyebaran Covid-19 ( sumber : google)

 

Per 09-09-2020, berdasarkan sumber data covid-19.go.id, angka yang terkonfirmasi positif di Indonesia mencapai 203.342 orang dengan total sembuh 145.200 orang dan yang meninggal sejumlah 8.336 orang.

 

Data Sebaran Covid-19 Indonesia

Data Sebaran Covid-19 Indonesia (sumber : covid-19.go.id)

 

Tentu, hal ini membuat Kita cemas.

 

Dilain sisi, Kita harus berjuang mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarga. Dan disisi lain, kemungkinan terpapar virus ini akan jauh semakin besar, bila didalam Kita bekerja mengharuskan bertemu banyak orang (offline).

 

“Maju salah, mundur pun salah”

 

Akhirnya, jadi gamang (bimbang), karena dihadapkan pada dua pilihan yang sulit.

 

Benar begitu-kan?

 

Belum tentu.

 

Banyak juga dari Kita yang lebih memilih “tabrak sajalah”, daripada mati karena tidak makan, lebih baik mati karena Corona.

 

Hal ini tentu, karena Kita, belum begitu memahami bagaimana memanfaatkan internet sebagai sumber penghasilan tambahan pendapatan via online.

 

Sehingga wajar, bila Kita berfikir demikian.

 

Namun Anda tidak perlu kuatir, karena pada hari ini, Saya akan menjelaskan secara tuntas bagaimana menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19 yang pastinya sesuai dengan pengalaman yang pernah Saya peroleh.

 

 

 

Mengapa lewat internet atau via online ?

 

 

Tidak dapat dimungkiri, dari 7.75 miliar populasi penduduk dunia, 4,54 milar atau 60 persen-nya ialah pengguna internet, serta 3,8 milar-nya merupakan pengguna aktif di media sosial (WeareSocial dan Hootsuite 2020).

 

Data Populasi dan Pengguna Internet Dunia

Data Populasi dan Pengguna Internet Dunia (sumber : wearesocial.com)

 

Artinya, ini kesempatan.

 

Kesempatan bagi Kita untuk menawarkan sesuatu yang bisa menghasilkan uang, baik berbentuk barang ataupun produk jasa.

 

Tapi pasarnya tidak sebesar itu !

 

Karena apa? Tentu akan banyak sekali saingan, serta Saya yakin, Anda pun tidak akan mengerti keseluruhan bahasanya.

 

Jadi buat lebih spesifik lagi, misalkan : target-nya hanya di Indonesia.

 

Atau kalau bisa malah targetkan ke wilayah/daerah tertentu, itu jauh lebih efektif menurut pengalaman Saya.

 

 

Lalu bagaimana caranya menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19 bila sudah memiliki produk ataupun jasa?

 

 

 

Ini yang mau Saya jelaskan.

 

Anggap saja sekarang Anda punya barang atau jasa-lah. Jadi, hal pertama yang perlu Anda lakukan ialah membuat sebuah akun medsos ataupun blog yang nantinya bisa Anda jadikan tempat berjualan (bisa landing page ataupun e-commerce).

 

Untuk membuat akun Media Sosial (Medsos) Saya yakin sudah paham semua ya, jadi Saya skip saja dan langsung bahas ke yang membuat blog.

 

Sudah paham blog kan?

 

Kalau belum, Saya jelaskan.

 

Blog merupakan diary ataupun jurnal online yang memuat beragam informasi serta menampilkan postingan terbaru dibagian halaman atas.

 

Simplenya begini, saat ini kan Anda membaca di updesa, ya kan? Dan Kita sepakat bahwa updesa itu hanya membahas isu-isu dan informasi seputar desa.

 

Inilah yang dinamakan blog.

 

 

Lalu bagaimana cara membuatnya ?

 

 

Sederhana.

 

Anda cukup memikirkan nama brand yang akan Anda pakai. Kemudian membeli domain dan menyewa hosting.

 

Tapi, perlu ingat !

 

Ketika Anda memilih nama sebuah brand, usahakan yang mudah diingat dan tidak menggunakan tanda (-) ataupun mirip dengan brand-brand besar yang sudah ada.

 

Karena apa? Karena semakin mudah diingat, maka peluang brandmu terkenal akan semakin besar. Dan pastinya tidak ada masalah, di kemudian hari karena copyright atau meng-ekor brand orang lain.

 

So, intinya kembangan brand milik sendiri ajalah.

 

Kemudian, baru membeli ekstensi domainnya di Exabytes Indonesia melalui link yang sudah Saya sediakan berikut domain murah.

 

Setelah itu , Anda bisa mengetikan nama brand dan memilih ekstensi sesuai keinginan.

 

 

Harga Ekstension Domain

Harga Ekstension Domain Murah ( sumber : exabytes)

 

 

Ada beragam ekstensi dengan harga murah pertahunnya.

 

Untuk ekstensi (id) hanya Rp 195 ribu, (co.id) Rp 270 ribu, (net) Rp 149 ribu, dan lebih gila murahnya yaitu ektensi (com dan my.id) yang hanya Rp. 119 ribu dan Rp 79 ribu.

 

Pokonya rekomended bangetlah bagi pemula yang ingin mempunyai nama brand dengan harga murah.

 

Selanjutnya, tinggal tekan “cek & pesan domain” sampai semua tahapan terselesaikan hingga ke pembayaran.

 

Baru kemudian, sewa hosting.

 

Sewa hosting-pun jangan pilih yang kaleng-kaleng. Pilih yang memang sesuai dengan bugdet serta cocok bagi pemula ataupun kalangan profesional.

 

Satu lagi, pilih yang anti lemot, gratis SSL, aman, dan tentunya mudah digunakan dengan plesk panel.

 

Memang ada?

 

Ada-lah.

 

Langsung saja ke Hosting Terbaik Indonesia.

 

Harga Hosting WordPress Terbaik

Harga Hosting WordPress Terbaik ( sumber : exabytes)

 

Disana Anda bisa melihat empat pilihan Hosting WordPress Terbaik yang tentunya menyesuaikan budget dikantong Anda.

 

Terakhir, Anda pilih waktu lama sewa hosting dan tekan “mulai sekarang” lalu lakukan pembayaran.

 

Setelah itu, Anda akan dikirimkan username dan password melalui email untuk bisa masuk ke obsidian plesk panel.

 

Dan selamat Anda telah menyelesaikan langkah awal cara menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19.

 

Lalu apa saja yang perlu dilakukan setelah itu ?

 

 

Mengisi blog dengan produk barang ataupun jasa

 

 

Perlu diingat !

 

Saat memulai mengisi produk barang atau jasa di blog/toko online jangan sembarang ataupun disamakan pada saat sebelum adanya pandemi Covid-19.

 

Lakukan research terlebih dahulu. Kira-kira barang atau jasa apa yang paling laku dan dibutuhkan.

 

Ini penting.

 

Supaya peluang menghasilkan pendapatan jauh lebih besar di masa Covid-19.

 

Tidak masalah isi blog/toko online Anda sedikit. Yang penting-kan barang atau jasa yang Anda jual benar-benar tertarget dan diminati banyak orang.

 

Daripada banyak-banyak tapi tidak laku, kan sama saja mubajir. Iya, to.

 

Salah satu contoh barang yang Saya jual dan banyak diminati banyak orang saat ini ialah masker kain yang bisa dicuci.

 

Bahkan pernah ya, dalam satu hari, Saya menjual ratusan ribuah buah masker dengan keutungan yang lumayan besar.

 

Padahal kalau dipikir, Saya itu tidak memilik produk sama sekali dan hanya dropsip melalui toko A kemudian Saya pindahkan ke toko online Saya.

 

Alhasil, setelah Saya share ke medsos dengan target yang pas. Akhirnya, banyak sekali yang melakukan pemesan.

 

Hal ini karena memang ada gerakan setengah miliar masker yang gencar-gencarnya dicanangkan oleh pemerintah pusat.

 

Artinya, Saya benar-benar manfaatkan peluang itu.

 

Nah, cara ini pun bisa Anda coba ke produk-produk yang lain. Misalkan : hand sanitizer, makan cepat saji, dan lain sebagainya.

 

Mengisi blog dengan konten menjual dan bermanfaat

 

 

Menulis konten itu kelihatanya mudah ya.

 

Tingal tulis : A,B,C,D dan seterunya, kemudian diposkan ke blog. Kelar urusan.

 

Betul gak?

 

Belum tentu.

 

Menulis di internet itu beda dengan mengarang pada waktu Kita di sekolahan.

 

Kalau di sekolahan Kita selalu diajari menulis sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), sedangkan di internet hal ini justru tidak terlalu berlaku.

 

Menulis di internet itu yang penting bermanfaat, bahasanya mudah dipahami sekalipun awam, dan disertai dengan data-data yang otentik untuk meyakinkan pembaca.

 

Beneran.

 

Kalau gak percaya, coba deh, analisa konten yang sedang Anda baca sekarang.

 

Kan bahasanya gak beraturan dan tidak mengikuti standar EYD yang benar.

 

Tapi jangan remehkan.

 

Konten seperti inilah yang disukai google. Selain bahasanya natural seperti layaknya Kita mengobrol berdua sambil menikmati segelas kopi.

 

Konten seperti ini juga, terbukti menurunkan brounce rate karena Mereka betah berlama-lama membaca didalam blog Kita.

 

Saya tidak akan menjelaskan tentang sales funnel ya, seperti : Tofu, Mofu, ataupun Bofu untuk menarik pelanggan sebelum melakukan action pembelian.

 

Saya juga tidak akan menjelaskan formula AIDA (Attention Interest Desire Action) sebagai dasar ilmu copy dan writing.

 

Tidak.

 

Saya tidak akan jelaskan itu semua.

 

Karena Saya yakin nantinya Anda malah tambah pusing tentang bagaimana cara membuat konten yang mampu menjual.

 

Intinya sederhana saja sih, bagaimana membuat konten yang bermanfaat dan menjual.

 

Pertama, Anda pahami produk/materi sedetail mungkin. Kemudian setelah itu, tuangkan kedalam konten dengan bahasa senatural mungkin.

 

Itu saja kok. Gak lebih gak kurang.

 

O.. satu lagi, ketika Anda membuat konten, paragrafnya jangan terlalu rapat.

 

Selain membuat mata capek, biasanya pembaca tidak menyukai konten yang terlalu rapat dan tanpa jeda sama sekali.

 

Usahakan tiap kontennya di buat sub judul agar lebih gampang dipahami apa maksud dari setiap paragraf yang akan Anda jelaskan.

 

Itu saja sih, mudah-kan membuat konten yang menjual.

 

Setelah Anda mampu membuat konten yang menjual dan mendatangkan banyak. Barulah Anda mulai mencari partner untuk menghasilkan pundi-pundi pendapatan di blog Anda di masa pendemi Covid-19 ini.

 

Beberapa partner yang Saya rekomendasi untuk bisa Anda ikuti, antara lain :

 

1. Google Partner

 

 

Pernah mendengar Google Adsense?

 

Ya, platform yang satu ini merupakan platform terbesar Google yang banyak digandrungi para publisher untuk bisa menayangkan iklan sehingga Mereka memperoleh bagi hasil atas penayangan iklan tersebut.

 

Saya pribadi sudah sejak lama bergabung dengan platform ini, terhitung sejak 2017- an lah Saya mulai berpartner.

 

Banyak sekali manfaat yang sudah Saya dapatkan dengan berpatrner/bermitra dengan Google melalui program Adsense.

 

Salah satunya, Saya lebih mengerti tentang konten yang dilarang ataupun tidak untuk diterbitkan bagi seorang publisher.

 

Selain itu, ini yang penting.

 

Saya mendapatkan income tambahan yang Alhamdullilah “cukup-lah” untuk menghidupi keluarga kecil Saya ditengah pandemi Covid-19 tiap bulannya.

 

Ya, walaupun tidak sebesar sebelum pandemi, tapi Saya tetap bersyukur dibandingkan Mereka yang hanya mengAndalkan pekerjaan secara offline.

 

Kalau boleh cerita ni ya.

 

Untuk blog study kasus yang Saya kelola dengan tekun dan mengikuti standar aturan Google tanpa memikirkan ilmu SEO (Search Engine Optimization).

 

Di bulan Februari 2020 yang lalu, Saya mampu menghasilkan rata-rata penghasilan sekitar Rp 200 ribuan perharinya.

 

Hal bisa dibuktikan dengan slip pembayaran yang dikirimkan pihak Google pada 21 Maret 2020.

 

menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19

Google Payment Maret 2020 ( foto pribadi)

 

Namun, setelah pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia awal Maret 2020.

 

Semua berubah.

 

Ini dibuktikan dari slip Pembayaran Google (Google Payment) di bulan April 2020.

 

menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19

Google Payment April 2020 (foto pribadi)

 

Dari yang tadinya, blog study kasus yang Saya kelola berpenghasilan Rp 200 ribuan menjadi Rp 100 ribuan perharinya.

 

Akan tetapi, Saya tetap bersyukur, walau ditengah pandemi yang begitu kejam. Saya tetap berpenghasilan untuk menopang kehidupan keluarga Saya disamping Saya bekerja secara offline.

 

Rahasian ini Saya buka secara gamblang hanya untuk memotivasi Anda. Ternyata dengan konten yang menjual bisa menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19 hanya dengan bermodalkan blog.

 

Dan bagi Anda yang kebetulan tertarik dan yakin mempunyai konten berkualitas bisa mendaftar, dengan mengetikan keyword “ Google Adsense” di mesin pencari lewat smartphone ataupun layar laptop Anda.

 

Sudah lebih dari 2 jutaan publisher yang berpartner. Semoga Anda bisa menjadi salah satunya yang diterima untuk bergabung kemudian.

 

 

 

2. Affilliate Partner

 

 

Ada banyak sekali program afiliasi diluar negeri, sebut saja clikbank, amazon, dan lain sebagainya.

 

Namun, Saya tidak merekomendasi bagi Anda yang tidak memahami ilmu marketing dan copywriting serta penguasaan bahasa asing yang mumpuni.

 

Disamping memang sulit, afiliasi jenis ini tidak cocok diterapkan di negara Kita yang budaya masyarakatnya masih minim action pembelian.

 

Akan tetapi, ada satu program afiliasi yang menurut Saya patut Anda jadikan partner.

 

Ya, Anda bisa ber-afiliasi dengan Exabytes.

 

Dengan Afiliasi Exabytes, Anda bisa mendapatkan komisi hingga 25 % dengan menjualkan empat kategori produk yang disedikan disana (dengan asusmsi pembelian 1 tahun).

 

Afiliasi Exabytes

Besaran Komisi Afiliasi Exabytes ( sumber : exabytes)

 

 

Bagi Anda yang tertarik untuk berpartner dengan Exabytes, bisa daftarkan diri Anda melalui Program Afiliasi Terbaik.

 

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

 

 

3. Buka Jasa Content Placement ataupun Pemasangan Banner

 

 

Pernah dengar Content Placement atau Banner Partner?

 

Sederhananya begini.

 

Content placement itu, konten/tulisan yang dibuat oleh Kita dan atau publisher lain kemudian dipasang link referal menuju blog si pemasang lalu Kita terbitkan.

 

Nah, dari penerbitan konten atas suatu keyword tersebut, barulah Kita mendapatkan bayaran/komisi sesuai kesepakatan antara Kita dan si pemasang.

 

Selanjutnya, banner partner.

 

Banner partner sendiri hampir sama dengan content placement.

 

Bedanya, kalau content placement berbentuk tulisan/konten yang biasanya link pemasangannya secara permanen .

 

Sedangkan banner partner, itu berbentuk gambar/poster/baliho yang dipasang di blog Kita, dengan link semi permanen atau sesuai kesepakatan waktu dengan si pemasang.

 

 

Mana yang lebih menghasilkan ?

 

 

Kedua-duanya sama-sama menghasilkan bila ditekuni.

 

Akan tetapi, biasa Saya lebih memilih banner partner untuk Saya pasang di blog updesa.

 

Kenapa? Karena disamping bannernya tidak permanen. Sedari awal, Saya pun ingin fokus dan tidak ingin mencampur aduk dengan konten selain konten seputar desa.

 

 

Pengalaman penghasilan dari banner partner

 

Kalau boleh jujur.

 

Sebenarnya banyak sekali tawaran dari publisher luar negeri yang ingin memasang banner di updesa hanya untuk menaikan rangking ataupun menambah traffik blog Mereka.

 

Namun banyak yang Saya tolak, karena tidak sesuai dan banyak yang melanggar aturan wilayah NKRI.

 

Terkahir, ada yang rela membayar 10$ untuk kerja sama dalam waktu yang lama untuk kolaborasi.

 

menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19

Foto Pribadi

 

 

Namun Saya tolak, karena memang Saya belum fokus ke bisnis semacam itu.

 

Tapi ini bisa menjadi opsi sebagai pelajaran Kita, bahwa banner partner juga tak kalah menggiurkan jika memang blog Kita sudah terkenal.

 

Bayangkan saja, jika dalam satu banner di hargai minimal 10$.

 

Ini artinya, jika Kita mempunyai 2 blog dengan partner minimal 5 publisher. Kita akan mampu menghasilan 100$ perbulan atau Rp 1,5 juta ( asumsi Rp 15 ribu perdollar).

 

Menggiurkan bukan?

 

Hal ini juga bisa patut Anda coba untuk mencari partner content placement ataupun banner partner untuk menerbitkan konten/gambar di blog Anda.

 

 

4. Buka Jasa Pembuatan Website

 

 

Ini tidak saya rekomendasikan untuk pemula yang baru mulai nge-blogging.

 

Disamping sulit, saingannya untuk keyword jenis ini banyak sekali peminatnya.

 

Bahkan Anda harus rela bertarung dengan para penyedia-penyedia hosting dan ahli SEO, jika Anda ingin tetap bercokol di urutan pertama Google.

 

Makanya diawal Saya katakan, bisnis jenis ini tidak cocok bagi pemula yang ingin mencari uang tambahan di internet.

 

Namun, bila Anda memang merasa mampu dan expert dibidang ini. Anda boleh mencobanya.

 

Serius. Bisnis jenis ini benar-benar menguntungkan.

 

Saya pribadi menghasilkan laba bersih rata-rata Rp 1 juta untuk sekali menangani satu jasa pembuatan website.

 

Tapi keyword yang saya target spesifik hanya di “jasa pembuatan website desa”.

 

Dan Alhamdullilah, paling tidak Saya bisa mendapatkan orderan 1 hingga 2 jasa pembuatan website desa tiap bulannya.

 

Walupun, untuk sementara ini, posisi blog updesa hanya mampu menempati posisi page one diurutan tiga ataupun empat di mesin pencari Google.

 

jasa buat web desa

Posisi Blog Updesa Keyword ” Jasa Pembuatan Website Desa” ( foto pribadi)

 

Coba Anda bayangkan, jika Saya berhasil bergeser diurutan pertama.

 

Pasti akan tambah banyak orderan yang masuk ke blog Saya.

 

Anggap saja, Saya dapat 5 orderan-lah tiap bulannya.

 

Artinya, paling tidak, tiap bulannya, saya bisa mengumpulkan pendapatan bersih sekitar Rp 4 – Rp 5 jutaan. Disamping mendapatkan tambahan pendapatan lain dari poin 1,2, dan 3 di atas.

 

 

 

Lalu bagaimana caranya menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19 bila tidak memilik blog?

 

 

Tenang.

 

Masih banyak cara kok untuk menghasilkan income tambahan di masa Covid-19 meskipun Anda tidak mempunyai blog sama sekali.

 

Ini kelanjutan dari beberapa cara yang saya rekomendasikan selain berpartner dengan Google, ber-affilliate, buka jasa pembuatan website, ataupun kerja sama konten/banner.

 

Tapi syaratnya Anda harus punya akun gmail, medsos, ataupun akun lain sebagai penunjang untuk nantinya bisa login.

 

Saya yakin semuanya sudah memiliki. Ya, kan?

 

Dan Saya menggangapnya seperti itu. Sekaligus ini merupakan terusan rekomendasi yang sudah Saya jelaskan di atas tadi.

 

 

5. Jadi Penulis Freelance atau Kontributor Media Online

 

 

Sudah Saya katakan diawal.

 

Bahwa menulis di blog, beda dengan mengarang waktu Kita sekolah dulu.

 

Menulis diblog itu harus to the point dan tidak bertele-tele agar pengunjungnya tidak kabur.

 

Setidaknya Anda harus paham dulu yang namanya skema piramid dan essay jika artikelmu ingin terbit segara di situs kontributor.

 

Kalau di sekolah dulu Kita belajar : paragraf pembuka, isi, dan paragraf penutup.

 

Lain ceritanya dengan piramid ataupun essay.

 

Dalam piramida ataupun essay ada yang namanya lead pembuka.

 

Ini penting untuk menggugah emosi pembaca di awal agar meneruskan membaca artikel hingga selesai.

 

Banyak yang gagal menerapkan lead pembuka, sehingga brouce rate blog-nya ancur alias tinggi.

 

Coba Anda perhatikan lead pembuka di artikel updesa. Rata-rata di awal, Saya to the poin dan ada sedikit emosi data untuk menggugah emosi pembaca.

 

Hal ini tentu akan berdampak baik, agar pembaca betah berlama-lama.

 

Terbukti bila Anda mengecek di alexa, metrik keterikatan dan waktu harian di situs meningkat atau menunjukan warna hijau.

 

Matrik Situs

Matrik Situs Updesa (sumber : alexa)

 

Hal ini penting untuk mengukur sebagaimana kualitas tulisan anda.

 

Selain lead pembuka, Saya pun bertele-tele menjelaskan sesuatu di blog.

 

Bila harus panjang ya Saya buat panjang artikelnya. Namun, bila artikelnya pendek, tidak mungkin Saya akali menjadi panjang.

 

Itu yang namanya to the poin.

 

Nah, setelah anda mengusai lead pembuka.

 

Baru jelaskan apa maksud dan tujuan dari informasi yang pengen akan Anda jelaskan.

 

Misal, dalam satu artikel ada 3 sub judul.

 

Sub judul : A, B, dan C.

 

Maka dalam ilmu essay, Kita jelaskan satu-persatu. Sub judul A dijelaskan di paragraf ke 3, sub judul B dijelaskan di paragraf ke 4, sub judul C dijelaskan di paragraf ke 5, dan seterusnya.

 

Setelah itu, buat kesimpulan sebagai closing.

 

Nah setelah Anda menguasai semua ilmu di atas.

 

Barulah Anda bisa membuka jasa sebagai penulis atau menjadi kontributor untuk mengisi media-media online yang siap membayar jika tulisan Anda berhasil terbit.

 

Ada beberapa situs yang membuka kontributor dan terbukti membayar dari Rp 25 ribu hingga ratusan ribu untuk setiap artikel yang bisa terbit.

 

Namun, berdasarkan pengalaman Saya pribadi. Dulu, sebelum akhirnya resmi tutup dan tak lagi menerima kontributor, Saya lebih tertarik menulis di uc news.

 

Selain hasil yang Saya dapatkan lumayan besar. Saya pun belajar banyak, tentang bagaimana cara menulis yang benar layaknya wartawan-wartawan berita kelas wahid.

 

Akan tetapi, tidak usah kuatir.

 

Karena masih ada situs-situs Indonesia, seperti mojok, hipwee, dan lain sebagainya yang bisa Anda coba apabila Anda mempunyai skill yang mumpuni dibidang tulis-menulis.

 

 

6. Jadi Youtuber

 

 

Cukup buat akun di youtube menggunakan email, kemudian login, lalu upload video maka Anda akan sukses di dunia per-youtuban.

 

Benar begitu?

 

Belum tentu.

 

Banyak dari Mereka yang gagal bahkan menyerah ditengah jalan, gara-gara video-nya tidak ada yang menonton dan jumlah subscribernya kecil. Sehingga, untuk memenuhi persyaratan monetize saja tak mampu.

 

Jadi youtuber itu harus cerdas, apalagi Anda buka seorang artis yang bicara “say hello” kemudian minta “subscribe” lalu langsung di subscribe oleh para subscriber.

 

Buat konten video itu jangan biasa-biasa saja. Setidaknya ada pembeda-lah, agar setiap video yang Anda upload mempunyai ciri khas sendiri.

 

Serius.

 

Kalau konten video Anda mirip, ataupun hampir sama layaknya dengan konten-konten yang sudah ada di beranda youtube.

 

Maka sudah bisa dipastikan, Anda tergolong orang-orang peng-ekor yang tidak akan pernah bisa berhasil.

 

Ada satu trik sebenarnya supaya video Anda banyak yang menonton.

 

Apa?

 

Buat video percintaan ataupun berbau-bau pornografi.

 

Pasti cepat meledak tu video dan subscibernya.

 

Tapi apakah bermanfaat?

 

Gak.

 

Bukanya dapat hasil, dapat dosa “malah iya”.

 

Pokoknya gini ajalah.

 

Untuk dapat sukses di dunia youtube, pahami dulu apa passion Anda. Setelah itu kembangkan menjadi sebuah video yang bermanfaat.

 

Mudah-mudahan, dengan passion serta kolaborasi yang dibuat menjadi video.

 

Nantinya, Anda akan akan lebih mudah untuk dikenal sehingga peluang untuk menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19 semakin besar.

 

Saya pribadi telah membuktikan.

 

Bedanya Saya belum terkenal, layaknya Atta Halilintar ataupun Rans Entertaiment.

 

Namun Saya bersyukur, karena Saya sudah bisa memperoleh  2 hingga 5 dollar tiap harinya dari youtube updesa.

 

menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19

Channel Updesa ( foto pribadi)

 

 

7. Rencana Saya (Mendirikan E-commerce/Marketplace)

 

 

Ini baru rencana ya.

 

Tapi akan Saya buka secara terang-terangan pemikiran Saya kepada Anda supaya nantinya bisa dijadikan bahan kajian.

 

Kedepan, Saya mempunyai rencana untuk membuat sebuah platform ecommer atau marketplace untuk menampung semua produk unggulan desa dan BUMDes di Kabupaten Saya.

 

Rencana ini sudah Saya utarakan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarahan (Dinas PMD) dan Mereka telah memberikan lampu hijau.

 

Tidak muluk-muluk sih, bagaimana Saya akan membangun platformnya.

 

Tidak perlu menggunakan Ruby On Rail layaknya Bukalapak ataupun platform-platform besar lainnya yang ada di Indonesia.

 

Cukup pake CMS WordPress atau Magento.

 

Itu sudah cukup menurut Saya.

 

Sebenarnya, yang mahal itu bukan platformnya, tapi ide-nya.

 

Banyak yang gagal membangun ecommer/marketplace itu karena tidak mempunyai ide jangka menengah ataupun panjang.

 

Mereka hanya berfikir “pokonya punya ecommer/marketplace online” tanpa memikirkan bagaimana kedepannya.

 

Ok-lah, kalau Mereka punya modal banyak, Saya angkat tangan.

 

Tapi kalau gak, layaknya Saya, tentu ide menjadi lebih berharga.

 

Nah, dalam ide Saya, untuk tahap awal, Saya akan kembangkan ecommer ini bersama-sama Dinas PMD.

 

Hal ini Saya lakukan untuk dapat lebih mudah mensosialisasikan serta merangkul banyak desa tanpa harus capek-cakep mengenalkan dari desa satu ke desa lain tentang platform yang Saya buat ini.

 

Target Saya sih, 310 desa dulu.

 

Setelah dirasa berkembang, Kemudian Saya akan mencoba masuk ke Kabupaten lain dengan mengadalkan jaringan DPMD yang sudah Saya bangun sebelumnya.

 

Setelah dirasa sudah banyak yang menaruh produk unggulan dan produk BUMDes itu di platform Kita.

 

Mudah-mudahan, usaha itu tidak menghianati hasil.

 

Iya, kan?

 

Tidak usah banyak-banyak lah.

 

Asusmsi Kita , misal : Dalam satu har Kita mampu menjualkan 100 jenis produk Mereka, dengan fee rata-rata yang Kita peroleh dari hasil penjualan tersebut Rp 1000/produk.

 

Maka fee yang Kita peroleh perharinya kurang lebih Rp 100 ribuan. Coba jika Kita kalikan sebulan atau setahun, kan jadi banyak.

 

Iya, to.

 

Apalagi kalau sudah semakin terkenal. Pasti akan semakin banyak produk dan keuntungan yang Kita peroleh.

 

Menggiurkan juga kan usaha seperti ini.

 

Tapi, ya itu.

 

Inikan baru rencana yang mungkin bisa anda coba, sebagai rekomendasi Saya yang terakhir.

 

Selanjutnya, Saya ingin berpesan, bahwa, ke-6 dari 7 rekomendasi untuk menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19 di atas, merupakan murni pengalaman dan ide Saya pribadi.

 

Bukan katanya, ataupun meng-ekor artikel-artikel lain yang belum tentu, si penulisnya pernah mengalaminya sendiri.

 

Tidak ada yang Saya tutup-tutupi, baik penghasilan yang sudah lampirkan lengkap dengan screenshoot-nya ataupun trik-trik bagaimana Saya mendapatkannya.

 

Cerita ini pure dan layak saya bagikan sebagai semangat dan motivasi.

 

Didalam Kita berjuang bersama-sama menghadapi ancaman virus Covid-19 dan juga ditengah lesu-nya kondisi ekonomi keluarga.

 

Selamat mencoba dan semoga Anda tercerahkan untuk ikut menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan internet di masa Covid-19 layaknya Saya.