Aturan Baru! Dana Operasional Pemerintah Desa 2026 Maksimal 3%, Bisa Buat Apa Saja?
Gawat nih! Kalau gak paham aturan yang satu ini, bisa-bisa Pemerintah Desa kena sanksi. Apaan tuh? Ya, soal dana operasional. Gak boleh lagi main comot ngasal, soalnya aturan mainnya udah berubah di 2026.
Penting banget diingat! Ini bukan soal bisa beli apa, tapi soal bisa dipermasalahkan apa. Bener gak?
…udah pasti beringas kalau salah.
Oya, aturan ini ada di Permendesa PDT No. 16 Tahun 2025. Jadi, jangan cuma denger gosip dari grup WhatsApp. Cek aturan resminya, simak baik-baik, jangan sampai ketinggalan.
Banyak yang bilang, “Ah, dana operasional mah bebas lah, buat bayar ini-itu yang penting buat desa.”
Memang iya dana operasional itu penting, tapi sekarang udah ada pagarnya. Kenceng banget pagarnya.
Kok bisa?
Ya iyalah. Karena sekarang udah ditetapkan, maksimal cuma 3% dari total pagu Dana Desa yang diterima. Itu pun dipotong dulu alokasi untuk Koperasi Desa Merah Putih.
Jadi, hitungannya gini:
Pagu Dana Desa minus Alokasi Koperasi Merah Putih, baru dari situ diambil maksimal 3% buat dana operasional.
Bingung?
Saya kasih contoh:
Misal Desa Makmur dapat Dana Desa Rp 1.000.000.000 (satu miliar). Kemudian ada alokasi buat Koperasi Merah Putih Rp 50.000.000. Maka, basis hitung dana operasionalnya = Rp 1.000.000.000 – Rp 50.000.000 = Rp 950.000.000.
Dana operasional maksimal = 3% x Rp 950.000.000 = Rp 28.500.000.
Nah, segitu aja. Gak boleh lebih. Kalo lebih, ya siap-siap aja urusannya sama BPKP.
Lalu, yang bikin pusing…
“Trus, Rp 28 juta sekian itu buat apa aja, sih? Apa cuma buat bayar pulsa?”
Tenang… Aturannya jelasin kok. Gak cuma buat pulsa.
Ini Dia, Daftar “BOLEH” Buat Apa Saja Dana Operasional 3% Itu:
A. Buat KOORDINASI & KOMUNIKASI (Ini yang paling sering dipake)
- Biaya Komunikasi: Ya, termasuk pulsa & kuota internet buat perangkat desa buat urus administrasi online, WA grup koordinasi, dll. Wajib sih, jaman sekarang.
- Biaya Rapat/Koordinasi di Desa: Makan minum rapat kecil-kecilan sama masyarakat, beli air mineral buat tamu, sewa tenda buat pertemuan warga. Tapi ya sewajarnya aja, jangan mentang-mentang ada anggaran, rapat tiap hari.
- Biaya Transportasi Koordinasi ke Kecamatan/Kabupaten: Ini penting! Bensin atau biaya transportasi lain buat Sekdes atau perangkat lain yang harus urus surat atau koordinasi program ke atas. Harus ada bukti penggunaan, ya! Kwitansi bensin atau tiket travel.
B. Buat TANGGAP DARURAT SOSIAL (Ini krusial! Bisa jadi penyelamat)
Desa kan ujung tombak. Kalo ada warga kena musibah, harus bisa gerak cepat sebelum bantuan dari atas turun.
- Kemiskinan/Musibah Mendadak:
- Biaya Transportasi Warga yang butuh layanan kesehatan darurat ke rumah sakit jauh. Misal, ada warga mau melahirkan atau kecelakaan, desa bisa bantu ongkos ambulans/ojek.
- Bantuan Pemulasaran Jenazah untuk keluarga miskin ekstrem. Ini amal banget. Bisa buat beli kain kafan atau peti jenazah yang sederhana.
- Mediasi Konflik Sosial: Kalo ada keributan atau sengketa warga, perlu mediasi. Dana operasional bisa buat biaya konsumsi forum mediasi atau transportasi mediator.
- Penanganan Awal Bencana: Saat bencana alam datang dan bantuan pusat/darurat belum sampai, desa bisa pakai dana ini buat beli logistik darurat (mie instan, air mineral) buat korban.
C. Buat KEGIATAN PROTOKOLER & APRESIASI (Ini yang seru, tapi hati-hati!)
Nah, ini yang sering salah kaprah. Baca baik-baik!
- Apresiasi untuk Warga Berprestasi: Boleh bantu anak dari keluarga miskin yang juara lomba. Tapi HARUS BERUPA BARANG, BUKAN UANG TUNAI!
- Boleh beliin seragam sekolah, perlengkapan sekolah (tas, sepatu, buku), atau kasih piagam/plakat.
- Kegiatan Olahraga, Seni, Budaya, & Keagamaan:
- Beli perlengkapan olahraga buat karang taruna.
- Bantu biaya penyelenggaraan acara kesenian/adat skala desa.
- Bantu perlengkapan hari besar keagamaan yang sifatnya memfasilitasi warga.
- Penguatan Kebangsaan: Boleh bikin lomba 17-an atau peringatan hari nasional lain. Buat hadiahnya atau konsumsi panitia.
- Promosi Desa: Boleh buat bikin spanduk/brosur promosi produk unggulan desa, atau latihan bikin website/medsos desa.
Nah, Ini Dia Daftar “JANGAN SAMPAI!” Larangan Mutlak Dana Operasional:
Ini penting! Satu langkah salah, bisa berurusan. Serius!
- JANGAN buat bayar honor, tunjangan, atau insentif Kepala Desa, Perangkat Desa, dan BPD. Udah ada aturan lain buat itu.
- JANGAN buat biayai perjalanan dinas keluar kabupaten/kota.
- JANGAN buat bayar iuran BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan buat perangkat desa.
- JANGAN buat bangun kantor/balai desa baru (kecuali rehab ringan max Rp 25 juta, itu pun pakai pos belanja lain, bukan operasional).
- JANGAN buat bimbingan teknis atau studi banding keluar daerah.
- JANGAN buat bayar utang tahun sebelumnya.
- JANGAN SEKALI-KALI buat bantuan hukum buat kepentingan pribadi kepala desa atau warga yang berperkara.
Intinya, dana operasional ini BUKAN untuk kesejahteraan perangkat desa secara personal. Itu aturan mainnya.
Lalu, Apa Sanksinya Kalau Langgar?
Waduh, ini yang serem.
Kalau Pemerintah Desa gak mempublikasikan APBDes (yang di dalamnya ada rincian dana operasional ini) dengan baik ke masyarakat… SANKSINYA BERAAT.
Tahun depan, desa itu GAK BOLEH PAKAI DANA OPERASIONAL 3% itu SAMA SEKALI.
Gila kan?!
Cuma karena lupa tempel papan informasi atau update website, hak desa untuk punya dana operasional bisa hilang. Rugi banget.
Jadi, tugas kita bukan cuma ngaturin, tapi juga melaporkan dan mempublikasikan. Transparansi itu harga mati.
Kesimpulannya gimana?
Aturan 3% ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi membatasi, di sisi lain melindungi biar dana gak jebol buat hal-hal yang kurang prioritas.
Pendidikan tinggi gak menjamin paham aturan teknis kayak gini. Yang penting teliti baca aturan, cermat hitung anggaran, dan berani bilang “tidak bisa” kalau ada usulan yang melenceng.
So pasti gitu!
Gimana, sudah jelas? Kalau masih bingung soal teknis hitung-hitungan atau mau liat contoh rincian anggarannya, tinggalkan komentar di bawah. Jangan lupa share artikel ini ke grup perangkat desa atau ketua BPD biar pada melek aturan!
Ingat… “Dengan uang kita bisa beli apa saja” …tapi kalau belinya gak pake aturan, yang kita beli cuma masalah. Betul kan?


