Bank Sampah : Langkah Untuk Memulai Hingga Sukses

UPDESA.COM – Gerakan Indonesia bebas sampah plastik 2020, ya mendirikan Bank Sampah solusinya.

 

Gerakan yang dicanangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup Kabinet Gotong royong.

 

Diinisiasi oleh lembaga swadaya masyarakat maupun komunitas peduli lingkungan hidup. Kepedulian terhadap bertumpuknya masalah lingkungan hidup dan solusi-solusi pemecahan untuk kehidupan kemanusiaan yang lebih baik terhadap kondisi lingkungan sekitar.

 

Sangat mengkhawatirkan memang kondisi sampah di Negara berkembang seperti Indonesia. Sumber Daya Alam yang melimpah, namun akan menjadi momok vital jika pengelolaan SDA tidak terus diperbaiki.

 

Sumber air yang semakin mengecil, kebutuhan air bersih tidak melimpah pada geografis yang sumber mata airnya sangat minim sehingga membutuhkan uluran tangan lewat donasi dari masyarakat peduli  dan tentu bantuan dari Pemerintah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan mendistribusikan air bersih dengan mobil pemadam kebakaran dan pompa-pompa dieselnya.

 

Kesadaran masyarakat digugah dengan gerakan kepedulian seperti gerakan kali bersih,gerakan peduli sampah, dan gerakan-gerakan semacamnya, berkaitan dengan permasalahan lingkungan hidup.

 

Ajakan semacam itu bukanlah permasalahan mudah dan sulit namun kecenderungan untuk mau dan memulai bertindak dan berupaya semampunya untuk meluruskan kesadaran berperilaku dalam keseharian.

 

Cinta lingkungan secara verbal itu mudah, jiwa cinta lingkungan perlu ditumbuhkan untuk menyelesaikan permasalahan dengan melakukan tindakan aksi yang nyata terhadap kesulitan-kesulitan kebutuhan vital manusia karena cinta, yang daerah lain merasa kelimpahan terhadap kebutuhan itu seperti air misalnya.

 

Tanah, air, udara adalah kebutuhan vital sebagai kehidupan manusia.

 

Anda ingin hidup sehat?

 

Lingkunganlah yang membuah hidup kita bisa sehat, baik jasmani maupun rohani. Dalam kitab agama apapun semua berkorelasi positif terhadap kepedulian terhadap alam.

 

Kerusakan yang terjadi di alam karena ekploitasi tangan-tangan manusia.

 

Kita bagian dari itu, jangan memungkiri dalam hal itu kecuali anda salah satu dari penganut adat istiadad badui, anak dalam jambi atau yang menyerupainya.

 

Jika iya,

Selamat buat anda! etika hidup anda terhadap alam sangat beradab.

 

Apa itu Gerakan bebas sampah plastic 2020 akan berhasil sesuai targetnya?

 

Gerakan itu merupakan penyadaran dan edukasi dari berbagai elemen yang mengerti harus bagaimana menyikapi  permasalahan yang mengerucut pada tingkat kualitas sumber daya alam di Tanah Air kita.

 

Sampah Negara Indonesia menduduki peringkat no.2 di dunia, Hebat bukan !

 

Reaksi dari rasa keprihatinan itu, muncullah jiwa-jiwa peduli dengan mengamankan sampah dimulai dari diri sendiri.

 

Perlu diketahui setiap hari satu jiwa di Negara kita menghasilkan 0,8kg sampah, menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

Pertanyaannya adalah

…..berapa ton dalam satu tahun jika penduduk di Indonesia yang berjumlah 260 juta jiwa menurut data DPS pemilu 2018? 60-65 juta ton perhari se-Indonesia.

 

Ton-ton an yang menarik bukan?

Kesempatan ataukah peluang ?

Itu bagaimana anda meneropong dari sisi sebelah mana.

 

Sampai saat ini yang tercatat di Kementrian Lingkungan dan Kehutanan kurang lebih 5.244 Bank Sampah di 34 propinsi dan 219 Kabupaten/kota.

 

Kontribusi Bank Sampah tersebut baru 1,7% dari timbulan sampah nasional.

 

Apakah 5.244 Bank Sampah yang tercatat sudah berjalan semua secara maksimal?

 

Pasti selalu berproses dengan edukasi terus menerus.

 

Mungkin saat ini baru menyumbang 1,7%, Barangkali tahun-tahun selanjutnya lebih signifikan, dapat mengurangi 5% saja dari sampah nasional misalnya.

 

Bukan sesuatu yang mustahil kan?

 

Memotivasi daya juang dibutuhkan optimis dan pemikiran positif untuk terus berakselerasi dan beraksi,bukankah demikian?

 

 

Bank Sampah solusi nya?

 

 

Untuk skala kecil dan Rumah Tangga bisa dikatakan so pasti.

 

Apakah Bank Sampah dikelola oleh pihak swasta atau pemerintah? Tentu tidak,

 

Kepedulian dari masyarakat yang dipancing kesadaran berperilaku lewat kelompok kegiatan tersebut sehingga muncullah jiwa-jiwa peduli untuk kemashlahatan bersama.

 

Pihak pemerintah dan swasta sebagai media pendampingan dan pembinaan lewat monitoring lewat bidang-bidang yang mengkhususkan menangani permasalahan dilingkup kewenangannya sehingga perilaku buruk yang berdampak terhadap permasalahan sampah dan pencemaran dapat dikurangi.

 

 

Bagaimana membangun kesadaran masyarakat lewat kelompok kegiatan Bank Sampah?

 

Lewat sosialisasi-sosialisasi mengenai  permasalahan  pengurangan dan pengendalian dampak pencemaran lingkungan di setiap rumah tangga.

 

Apakah kelompok tersebut akan langsung mudah tumbuh dan berjalan?

 

Tentu saja tidak.

 

Pendekatan permasalahan di setiap daerah pasti akan menemui perbedaan sesuai perilaku masyarakatnya.

 

Bagaiman langkah- langkahnya agar mudah?

 

Gugahlah dengan membuka ruang diskusi bersam lewat pertemuan-pertemuan rutin yang ada di lingkungan sekitar anda.

 

Galilah jiwa-jiwa yang peduli akan isu-isu yang diangkat dari permasalahan lingkungan dalam hal ini, sampah.

 

Dari diskusi lokasi tempat sekertariat, gudang pemilahan sampah, waktu rutinitas berkumpul tiap minggunya, struktur organisasi dan langkah-langkah jangka pendek dan menengah.

 

Setelah penggerak meneguhkan tekad bersama-sama maka mengerucutlah aksi-aksi  spektakuler skala kecil dengan seringlah untuk mengevaluasi  bersama-sama untuk merancang langkah selanjutnya  dengan sesuatu yang mudah dan dapat diterima oleh khalayak disekitar anda.

 

Mulailah dengan gerakan sederhana misalnya  Gerakan buanglah sampah pada tempatnya, dievaluasi selama 2 bulan berjalan.

 

Pengingatan dan himbauan untuk berperilaku terhadap gerakan tahap pertama dengan membuang sampah pada tempatnya akan menempatkan sesuatu pada kebiasaan sehari-hari menjadi budaya.

 

 

Jangan lupa untuk menyiapkan tempat-tempat sampah yang mudah dijangkau sehingga kebiasaan mencari bak sampah tidak terlampau jauh agar memudahkan kebiasaan yang diarahkan untuk membentuk budaya mencari tempat sampah.

 

 

Langkah selanjutnya jika sudah terlihat ada sesuatu yang berbeda nyata, maka tahap kedua adalah  pemilahan.

 

Pemilahan dapat dilakukan digudang yang sudah ditetapkan sebagai penampung sementara, apabila rutinitas pengambilan bak-bak sampah ditiap harinya sudah berjalan.

 

Mulailah memilah disesuaikan dengan karakter yang akan kita pilah.

 

Jika kesepakatan bersama  adalah menjual setelah pemilahan maka  sebelumnya perlu berkomunikasi dengan penghimpun sampah atau rongsok yang dekat dengan lokasi bank sampah tersebut.

 

Untuk mengetahui kriteria jenis barang yang laku, tidak laku dan barang yang dapat dimanfaatkan untuk digunakan.

 

 

Keberadaan sampah yang menggunung di gudang sampah sementara merupakan permasalahan pertama yang akan anda hadapi.

 

Akan terbersit mata anda berpuluh-puluh sampah yang terkumpul  menumpuk dan menutupi semua luasan gudang hanya selang beberapa hari,

 

bayangan anda akan berandai-andai pada sampah itu jika tersebar tak ada yang mempedulikannya.

 

Begitu nyata permasalahan dasar lingkungan hidup itu di sekitar kita.

 

 

Permasalahan selanjutnya yaitu individu yang tidak komitmen,

gesekan antar individu penggiat,

penggerak monoton satu atau dua orang  saja sehingga capek, suntuk,

ngambek dan lain sebagainya,  yang  menggerus mental daya juangnya.

 

 

Godaan atau bisikan melemahkan diri, Cibiran dari lingkungan sekitar.

 

Semua penghambat laju lokomotif gerakan di awal pembentukan sungguh sangat melelahkan dan menyita waktu.

 

Jika tidak terselesaikan dengan segera maka kata menyerah pasti terjadi.

Mulailah berpikir objektif fenomena dinamika dan harmonisasi gerakan itu berproses.

Lakukanlah dengan bahagia.

Bergembiralah dalam berkegiatan karena lelahpun akan terlewati.

 

 

Kekompakan dan kebersamaan akan selalu teruji.

Kuncinya bersenang-senanglah untuk menciptakan kreatifitas.

Yang tentunya misi dalam gerakan pemilahan itu terselesaikan dan berkelanjutan.

 

 

Kegiatan partisipasi yang terus menerus akan menggugah sekitar kita apabila gerakan itu bukan sesuatu yang linier atau kaku.

 

Perlu bersiklikal,

melingkar-lingkar bagaikan per seperti tidak menuju arahnya tapi hasil sebenar tampak nyata,

analogi ilmu peredam kejut perlu disiapkan apabila begitu besarnya animo partisipasi,

apabila memang hal itu terjadi ditempat anda.

 

 

Pastikan itu bisa muncul dengan pendekatan  bagaimana provokasi,provoaksi  dan juga akselerasi antar generasi dapat dirangkul untuk bergerak bersama.

 

 

Apakah sulit ?

tergantung resolusi anda memandang.

Atau itu semua mudah ?

 

Bagaimana akselerasi anda mengajak partisipasi masyarakat.

Semakin gerakan itu dilakukan bersama-sama,

apa yang anda lakukan akan seperti tidak ada dan biasa.

Asal ‘misi is completed’ maka anda naik ke level berikutnya…

 

 

Sudahkah selesai ?

 

Ada beberapa hal,

 

Masih perlu dilengkapi dengan pembukuan sederhana yang dapat mencatat perjalanan bank sampahmu untuk mengetahui  total pencapaian sampah yang terkumpul.

 

Semakin besar volume yang tercatat di pembukuan bank sampah akan diketahui animo dan class bank sampah yang dikategorikan dari Dinas Lingkungan Hidup.

 

Jika Bank Sampah anda menjadi binaan pemerintah kabupaten anda.

 

 

Sudah menyerahkah sebelum memulai ?

Semua partisipasi tergantung kepedulian disekitar anda.

 

Apabila lingkungan sekitar anda masih tidur nyenyak atau masih terserang penyakit wabah gadget,

mungkin progress anda sedikit terkendala karena kepedulian disekitar anda perlu di

dikonstruksi/dirubah cara berpikir.

 

Itu bisa terjadi namun akan mulai berkurang jika ruang diskusi terbangun terus menerus,

sehingga antar individu dapat saling akrab dan mengenal,

mulai sesuatu kebiasan baru memang butuh waktu.

 

 

Yang lebih ekstrim jika di desa anda tak berpartisipasi terhadap sesamanya,

suatu saat ketika meninggal dunia kau urus sendiri.

 

 

Suatu gertakan ancaman penyadaran yang menakutkan bukan?

 

 

Maka dari itu berpartisipasilah untuk meninggalkan sesuatu yang baik untuk lingkungan sekitar anda.Berlomba-lombalah untuk sebuah kebaikan. Terimaksih

 

Penulis : Bondan Wirawan ( Redaksi Updesa )