Capturing, Inilah 10 Metode yang Bisa Anda Gunakan

Dari kartu ide hasil BID ( Bursa Inovasi Desa ) di lakukan proses Capturing atau pendokumentasian kegiatan inovasi mengikuti alur.

 

Proses Capturing menggunakan metode dan format yang di latihkan kepada TIK dan TPID.

 

Capturing dilakukan terhadap inovasi yang merupakan hasil rekapitulasi

ide inovasi yang di usulkan desa dalam kartu ide dari BID

dan telah di verifikasi sebagai inovastif oleh TIK.

 

Pengetahuan eksperiensial dan pembelajaran bisa di tangkap dengan berbagai metode.

 

Memilih metode akan bergantung pada kebijakan organisasi,

ketersediaan anggaran dan alat pendukung,selera individu,

dan keterampilan penangkap pengetahuan.

 

Dua jenis kegiatan untuk menangkap pengalaman operasional dan

pembelajaran yang di lakukan oleh individu dan yang dilakukan oleh kelompok.

 

Kegiatan menangkap inovasi dapat dilakukan secara langsung,

namun bisa juga dilakukan secara online.

 

Beberapa kegiatan menangkap inovasi (capturing),seperti ruang kerja bersama dan

wiki,menggabungkan penangkapan dengan berbagai pengetahuan,

sehingga pengetahuan didokumentasikan dan dibagikan pada waktu yang sama.

 

Disamping itu,kegiatan tersebut menuntut kemampuan atau

keterampilan khusu serta persiapan yang cukup matang

untuk memperoleh hasil yang baik.

 

 

Berikut ini 10 Metode yang dapat anda gunakan dalam proses Capturing…

 

 

#1. Wawancara

 

wawancara

 

Cara tercepat untuk mencari tahu pengetahuan seseorang adalah

dengan bertanya langsung kepadanya.

 

Wawacara adalah metode yang paling sering digunakan untuk menggali pengetahuan.

 

Pewawancara mengajukan pertanyaan untuk menemukan fakta dan

opini yang terkait dengan pengalaman.

 

Wawancara empat mata yang terstruktur dan terencana akan membantu

memberikan informasi seputar observasi,pengetahuan tentang latar belakang,

sikap,dan kepercayaan seputar pengalaman tertentu.

 

Untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya,pewawancara perlu melakukan

persiapan total,idealnya menyusun pertanyaan  secara cermat berdasarkan

urutan tertentu,terutama jika ada lebih dari satu orang yang akan di wawancarai

secara berurutan tentang kejadian yang sama.

 

Daftar pertanyaan menjamin setiap peserta mendapatkan pertanyaan yang

sama dengan cara yang kurang lebih sama sehingga mengurangi bias.

 

Wawancara juga bisa dilakukan secara tertulis di kertas, dengan perekam suara,

atau dengan kamera video.

 

Wawancara lazimnya dilakukan tatap muka,meskipun wawancara melalui

telepon atau konferensi video juga bisa dilakukan di era digital ini,

terutama bila narasumber dan pewawancara tidak bisa melakukan

pertemuan atau sebagai tindak lanjut atas wawancara yang telah dilakukan.

 

Untuk lebih jelas lagi terkait metode wawancara dalam proses

penangkapan inovosi.

 

Berikut ini empat tahap yang wajib anda ketahui,

sebelum melakukan wawancara……………

 

 

=1. Pengaturan

 

Proses wawancara yang mulus mensyaratkan pengetahuan logistik dan

komunikasi yang cukup canggih.

 

Caranya buat terlebih dahulu janji dengan target yang akan diwawancarai

dan jelaskan tujuanya.

 

Jikakalau ada beberapa orang yang harus diwawancarai,

wawancarai sang pelaku utama terakhir kali.

 

Kemudian,susun jadwal wawancara dan pesan tempat yang tenang

dengan gangguan seminim mungkin.

 

Setelah itu kirim undangan dengan perincian wawancara ( tempat.

waktu,topik,durasi,dan lain-lain ).

 

Telpon responden sehari sebelum wawancara untuk mengingatkan

dan mengkonfirmasikan janji yang telah anda buat.

 

 

=2. Persiapan

 

Cara memandu wawancara dan mengajukan pertanyaan berdampak

besar bagi kualitas informasi yang diperoleh.

 

Berikut ini beberapa kiat yang dapat anda siasati :

 

# Awali persiapan sebaik-baiknya sebelum hari wawancara.

# Tentukan hal yang anda ingin dapatkan dari wawancara.

# Tentukan target wawancara anda dan pertimbangkan matang- matang alasan memilihnya.

# Tentukan jenis wawancara (survei,mendalam,terpandu,atau percakapan).

# Pelajari peristiwa,fakta,atau pengalaman sebisa mungkin sebelum wawancara.

# Susun pengantar yang tepat untuk disampaikan ketika wawancara dimulai.

# Susun daftar topik yang merinci topik sekaligus pertanyaan spesifik yang ingin anda ajukan.

# Dalam menjaga spontanitas,pewancara jangan membocorkan pertanyaan kepada terwawancara.

# Pastikan semua persoalan yang ingin di gali informasinya telah tercakup.

# Gunakan pertanyaan 5W-1H

# Uji pertanyaan wawancara untuk mengetahui terpenuhi/tidaknya tujuan.

# Akhiri desain wawancara dengan pertanyaan atau komentar pamungkas.

# Jika menggunakan peralatan rekam,setel dan ujialah sebelum digunakan.

 

 

=3. Pelaksanaan Wawancara

 

 

Inti dari wawancara yang baik adalah membuat lawan bicara anda merasa

nyaman terlebih dahulu,barulah kemudian mengajaknya terlibat aktif

dalam percakapan.

 

Sambut responden dengan hangat,perkenalkan diri anda,dan

awali percakapan santai untuk membangun suasana yang enak dan nyaman.

 

 

= Rekonstruksi

 

Setelah wawancara, tuangkan informasinya ke dalam format tertentu

mungkin berupa dokumen atau presentasi yang menggambarkan pemahaman

dari wawancara yang nantinya dapat anda bagikan dan gunakan dalam

proses memformat.

 

Segera setelah wawancara,baca ulang catatan anda sepanjang wawancara

dan rangkum pikiran serta pertimbangkan anda,meskipun anda juga menggunakan

perekam.

 

Jika tidak,ingatan anda akan hilang,

bahkan selang satu hari sekalipun,dan beberapa catatan penting bisa saja

kehilangan maknanya.

 

Buat transkip wawancara.

 

Buat laporan wawancara.

Jika anda melakukan beberapa wawancara ( yang memang dianjurkan),

anda dapat menggunakan laporan wawancara pertama ini sebagai

sarana perbandingan dan pembeda hasil-hasil anda.

 

Rangkum temuan dalam bentuk poin-poin kunci dan gunakan kutipan

untuk menggambarkan dan mendukung temuan anda.

 

 

= Kelebihan dan Kelemahan Wawancara

 

 

Kelebihan terbesar wawancara terletak pada dalamnya rincian

yang bisa anda peroleh.

 

Terwawancara dapat menghadirkan gambaran peristiwanya secara hidup

sehingga memberikan pandangan pertama peristiwanya kepada pewawancara.

 

Pewawancara dapat menyesuaikan pertanyaan dengan responden agar bisa

memancing contoh atau penjelasan yang lebih banyak lagi.

 

Wawancara dapat menangkap latar belakang,akar permasalahan,dan aneka

faktor yang mempengaruhi,disamping menjelaskan hal yang terjadi

dalam peristiwa tertentu.

 

Wawancara juga dapat memberikan pemahaman tentang interpretasi,

persepsi,pikiran dan perasaan responden,yang bisa saja terungkap lewat

isyarat-isyarat sosial semisal intonasi dan bahasa tubuh.

 

 

Kelemahan wawancara diantaranya pada saat merekrut orang dan

membuat perjanjian untuk wawancara bisa jadi terasa berat.

 

Dibutuhkan tempat dan waktu yang sesuai dan mungkin juga harus

mengatur banyak jadwal.

 

Pewawancara bisa saja lupa mengajukan pertanyaan pokok,atau

jawaban mungkin memicu pertanyaan-pertanyaan baru nantinya.

 

Namun sekali wawancaranya sudah selesai,tentunya sulit untuk menindaklanjuti

topik yang tertinggal.

 

Kadang-kadang segunung informasi berhasil dikumpulkan,yang

ujung-ujungnya membuat pengolahan data sangat menyita waktu.

 

 

#2. Storytelling ( Bercerita )

 

Storytelling

 

 

Bercerita merupakan salah satu metode penelitian dan cara efektif

untuk berbagai informasi dan membangun pemahaman.

 

Dalam mencari solusi,storytelling dapat menjadi alat untuk menciptakan

suatu desain kerjasama sehingga membuka kesempatan bagi pelaku

mencari solusi atau suatu masalah.

 

Bercerita semakin sering digunakan oleh organisasi untuk berbagi dan

menginterpretasikan pengalaman dalam konteks sosial.

 

Dari persepktif pendengaran,memahami dan mengingat pengetahuan itu lebih

mudah ketika tersaji dalam bentuk cerita,terutama bila di sampaikan oleh

narasumbernya langsung.

 

Selain itu,bercerita dapat melengkapi pemikiran analitis seseorang narasumber

mungkin tidak menyadari nilai pengalaman dirinya sebelum dia menceritakanya.

 

Mungkin anda pernah mendengar TED Talk atau melihat video-videonya di Youtube ?

 

TED Talk umumnya menyajikan narasumber-narasumber yang menceritakan

kembali pengalamanya,dari nol hingga sukses,jatuh bangunya.

 

Cara mereka bercerita menggugah pendengar hingga menjadi inspirasi dan

motivasi.

 

Beberapa proses yang biasa digunakan dalam teknik bercerita adalah

sebagai berikut..

 

 

= Riset Naratif

 

 

Domain :

Identifikasi isu/masalah yamg fokus pada isu personal atau sosial.

 

Demografi :

Identifikasi individu yang memiliki cerita yang dapat di kumpulkan

melalu wawancara,pendokumentasian,observasi,dll.

 

Membangun Cerita :

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membangun sebuah cerita…

 

— Berbagi cerita pribadi seseorang.

— Tambahkan cerita dalam jurnal atau photo,dsb.

— Ceritakan kembali dalam sebuah forum dan sempurnakan berdasarkan input dari pendengar.

— Kemas kembali cerita berdasarkan langkah-langkah sebelumnya dan informasi tambahan yang didapat.

— Simulasikan cerita dalam kelompok sehingga peserta dapat melihat cerita yang telah dibuatnya.

 

Pencatatan :

Menceritakan kembali kisah-kisah kedalam urutan kronologis,

termasuk komponen konteks dan penekanan pada tema-tema khusus.

 

Analisi :

Tematik/analisa konten ( menyortir konten ke dalam pola/kategori ),

analisi diskors ( review terhadap bahasa yang digunakan ),

analisis struktural ( analisis terhadap struktur cerita untuk menelusuri pengalaman ).

 

Dalam proses analisa,selalu cek kembali kepada narasumber untuk memastikan

bahwa interprsetasi cerita tetap akurat.

 

 

= Desain Storytelling

 

Ada beberapa petunjuk yang dapat digunakan dalam mengembangkan cerita

sehingga menghasilkan kisah yang bagus dan bagaimana seseorang desainer/periset

dapat membantu prosesnya.

 

Berikut ini beberapa elemen cerita yang dapat digunakan :

 

– Tokoh yang dijelaskan sehingga pembaca/pendengar berempati kepadanya.

— Seting yang kaya dan sarat konteks.

— Memiliki tujuan tentang apa yang ingin dihasilkan dan mengapa.

— Ada sebab dan akibat,dan

— Ada hambatan,masalah yang dihadapi untuk mencapai tujuan.

 

 

= Teknik Bercerita

 

Jika anda sedang bercerita,

ingatlah saran-saran berikut untuk melahirkan pengetahuan yang bernilai..

 

— Tentukan pesan inti dari cerita anda.

— Bangun suasana yang kondusif untuk bercerita.

— Bangun cerita berdasarkan pengalaman anda sendiri.

— Awali dengan memberikan konteks yang diperlukan,akhiri dengan pelajaran dan saran.

— Amati pendengar saat anda bercerita.

 

 

= Kiat Mendengar Cerita

 

— Tunjukan minat dan rasa ingin tahu anda.

— Simak dengan cermat,bersikaplah menerima/berempati,penuh pengertian dan tanggap

— Biarkan cerita menghanyutkan anda,jangan menyela dan tahan pertanyaan hingga usai.

 

 

 

#3. Observasi

 

Observasi

 

Semua mungkin mengenal nama Sherlock Holmes,

Penah membaca bukunya atau menonton filmnya.

 

Bagi yang membaca seri bukunya,tentu sangat mengagumi keahlian Sherlock Holmes

dalam mengamati jejak-jejek atau petunjuk yang akhirnya membantu menyelesaikan

kasus pembunuhan.

 

Tentunya kita tidak akan mengamati kasus pembunuhan,tetapi hal yang akan kita bahas

adalah bagaimana kita dapat melakukan observasi secara rinci terhadap kegiatan di desa

seperti Sherlock Holmes mengamati petunjuk suatu kasus.

 

Banyak pengetahuan dapat di peroleh murni dengan mengamati seorang pakar/narasumber

yang sedang mengerjakan tugasnya karena observasi memberikan penjelasan umum

tentang kepakaran atau pengalaman khusus mereka yang dapat kita lihat langsung.

 

Observasi dapat menumbuhkan pemahaman dasar tentang pengetahuan yang

sedang terjadi sekaligus hambatan atau persoalan lainya.

 

Idealnya observasi berlangsung di lingkungan kerja sang pakar/narasumber,

atau di desa tempat sang narasumber tinggal dan bekerja bila dalam

konteks Program Inovasi Desa (PID),sehingga pengamat dapat melihat kegiatan

yang sebenarnya secara langsung.

 

Namun tidak semua pengalaman yang relevan,seperti kecelakaan atau

peristiwa tak terduga,apa yang telah terjadi,dapat diamati.

 

Metode observasi bervariasi tergantung pada subjek observasi,

peran yang dilakukan oleh pengamat ( partisipatif atau pasif ),

dan metode perekam ( tulisan,foto,audio,video).

 

Dalam observasi,biasanya tidak ada percakapan dengan narasumber yang

sedang diamati.

 

Berikut ini tujuh fenomena kegiatan yang dapat diobservasi :

 

-1. Perilaku atau kegiatan manusia

-2. Perilaku lisan

-3. Perilaku ekspresif

-4. Hubungan tata ruang/spasial

-5. Pola temporal

-6. Objek-objek fisik

-7. Catatan lisan dan gambar

 

 

Kelebihan dan Kelemahan Observasi

 

 

Kelebihan Observasi dalam capturing:

 

Observasi tanpa menyela atau nonpartisipatoris tidak banyak menggangu praktik

pakar/narasumber dan dapat memberikan pemahaman tentang fakta,aturan,dan

strategi yang ditempuh oleh pakar/narasumber,termasuk yang tidak di sadari olehnya.

 

 

Kelemahan Observasi dalam capturing :

 

Sering kali sulit untuk tetap netral dan objectif saat menganalisa observasi.

 

Selain itu,interpretasi bisa jadi menyita waktu lantaran jumlah

data yang terkumpul.

 

Fenomena Kognitif seperti sikap,motivasi,harapan,niat,dan preferensi,

tidak dapat diobservasi.

 

Selain itu,observasi terbatas pada waktu yang singkat.

Observasi yang dilakukan dalam beberapa hari atau minggu akan memakan

biaya yang besar dan sulit dilakukan.

 

 

 

#4. Blog

 

Blog

 

 

Blog adalah situs web yang dibuat oleh perorangan atau kelompok dan

dapat diakses publik maupun anggota komunitas tertutup.

 

Blog terdiri atas kontribusi teks (“kiriman blog”) oleh orang atau kelompok yang

membuat situs tersebut.

 

Blog berfungsi layaknya buku harian,yang memungkinkan pemilik blog menuliskan

pengalaman secara informal,sekaligus berfungsi sebagai saluran komunikasi

langsung ( tanpa suntingan ) dengan khalayak.

 

Kelebihan blog dalam menangkap inovasi ( capturing )

diantaranya sebagai berikut :

 

— Pembuatan dan penggunaan blog cukup mudah bahkan awam sekaligus.

— Blog biasanya tidak menelan biaya sepeserpun.

— Publikasi blog bersifat kilat.

— Blog memuat teks,gambar,video serta tautan link.

— Blog mudah di perbaharui

— Blog mudah diakses,asalkan ada koneksi internet.

— Blog mendorong bercerita sebagai sarana bagi transfer pengetahuan.

— Pembaca dapat memberikan masukan.

 

Sedangkan,

kelemahan blog dalam metode capturing diantaranya sebagai berikut :

 

— Blog bisa bias atau mengandung ketidakakuratan.

— Menulis blog bisa memakan banyak waktu.

— Pengunjung bisa saja memberikan komentar yang tidak pantas

— Pemilik blog tidak mempromosikan keberadaan blognya secara luas,

sehingga membuat pembaca blog tidak sebesar atau seberagam yang seharusnya.

 

 

 

#5. Kajian Pasca Pelaksanaan

 

AAR

 

Kajian pasca pelaksanaan ( after-action review/AAR ) dilakukan oleh moderator

dengan sebuah segera setelah ia mengalami pekerjaan atau peristiwa.

 

Target akhirnya adalah memberikan kesempatan anggota tim untuk bercermin

dari tindakan yang diambil agar mereka bisa melakukanya dengan lebih baik

di kemudian hari.

 

AAR idealnya dilakukan tidak lama setelah kejadian.

 

Pada momen tersebut,ingatan masih segar dan autentik ( artinya

belum tersaring oleh interpretasi atau penilaian susulan ) dan

orang-orang yang ikut terlibat dalam pengalaman tersebut masih ada.

 

AAR lazimnya diakui secara tatap muka,namun juga

dilakukan secara virtual.

 

Seorang moderator memimpin tinjauan,

dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan,semisal :

 

Apa saja yang di rencanakan ?

Apa yang seharusnya terjadi ?

Apa kejadian sebenarnya berbeda dari yang di rencanakan ?

Mengapa terjadi perbedaan ?

Apa yang dapat diperbaiki dan bagaiman ?

Dan lain sebagainya.

 

Keunikan AAR berupa kesempatan yang ada untuk memperoleh

pengetahuan kualitatif terpercaya pada saat masih segar-segarnya.

 

Kunci kesuksesan AAR terletak pada penyelenggaraan diskusi terbuka yang membuat

semua orang paham bahwa target akhir AAR adalah untuk mempelajari dan memecahkan

masalah,bukan menyalahkan.

 

Oleh karena itu,AAR dilakukan tanpa satu pun penonton.

 

Para peserta harus merasa bebas berinteraksi dan mengekspresikan diri tanpa

memandang jenjang formal.

 

Orang sering mencatat diskusi AAR ke dalam flip chart sepanjang tinjauan,

baru kemudian mengolah catatan menjadi objek pembelajaran dan pencerahan

bagi orang lain di dalam organisasi atau tempat lain.

 

 

 

#6. Focused Group Discussion (FGD/Kelompok Diskusi Terfokus

 

Focused Group Discussion

 

FGD bisa menjadi metode efektif untuk merekam dan mengevaluasi

pengalaman serta persepsi dari target-target narasumber/pakar.

 

Dalam FGD,ada seseorang moderator yang berpengalaman yang dapat

mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memancing tanggapan dari peserta.

 

FGD terdiri dari atas pakar dan pemangku kepentingan lain yang sudah

atau siap terlibat dalam pengalaman tertentu,diskusi kelompok mereka bisa

melahirkan banyak informasi dan pemahaman.

 

Pengaturan kelompok memungkinkan para peserta untuk menanggapi sekaligus

saling membangun saran atau komentar masing-masing.

 

FGD juga bisa digunakan untuk peristiwa yang sudah lalu dan dirasa perlu diadakan

sesegera mungkin agar dapat memperoleh masukan untuk membantu para praktisi

menyusun prosedur dan rencana baru untuk keberlanjutannya.

 

FGD biasanya diadakan secara bertatap muka,namun kadang-kadang

perlu dilakukan juga melalui telepon dan konferensi video.

 

FGD biasanya digunakan ketika suatau permasalahan memerlukan pemahaman yang

lebih dibandingkan survei biasa.

 

Dalam melakukan capturing terhadap inovasi desa,

FGD dapat digunakan untuk mengkonfirmasi informasi yang telah di kumpulkan.

 

FGD memberikan nilai tambah terhadap pengetahuan yang diperoleh,atau

terhadap pertanyaan “Apa” dan “Bagaimana” dari suatu pengetahuan.

 

 

 

#7. Wiki

 

Wiki

 

 

Wiki adalah halaman web internal atau eksternal yang memungkinkan

orang bekerja bersama -sama pada dokumen atau kumpulan dokumen

yang sama melalui peramba web.

 

Wiki bisa menjadi sarana yang efektif untuk menangkap pengetahuan secara

bersama-sama dengan orang lain.

 

Peserta dapat menyunting teks,menambah gambar dan media,serta

membuat tautan antar laman.Aksesibilitas wiki tidak bisa di batasi.

 

Kelebihan metode wiki dalam menangkap inovasi ( capturing ),

diantaranya :

 

— Sebagian besar orang dapat membuat dan menyunting konten wiki dengan

bimbingan ala kadarnya.

— Publikasi di wiki lazimnya bersifat kilat karena wiki tidak memiliki

penerbit atau pengurus konten.

— Akses ke dokumen rahasia bisa di batasi meskipun tetap mengizinkan kelompok

terdaftar untuk membuat dan menyuntingnya.

— Pengguna dapat mengerjakan dokumen yang sama tanpa memandang lokasinya.

— Perangkat lunak wiki memungkinkan kembali ke penulisan ulang artikel sebelumnya.

— Sebagian wiki menyedikan artikel wiki versi cetak.

— Banyak aplikasi wiki hadir sebagai perangkat lunak gratis sumber terbuka ( open-source )

 

 

Sedangkan,

kelemahan metode wiki dalam capturing , diantaranya sebagai berikut :

 

— Wiki perlu dikelola untuk menjaga konten agar sesuai keinginan

— Wiki juga perlu dikelola agar bisa menjaga keteraturan isinya,

terutama ketika situs wiki menjadi sangat besar.

 

 

 

#8. Ruang Kerja Bersama

 

Ruang Kerja Bersama

 

Ruang kerja bersama,juga disebut ruang kerja atau perangkat kelompok,

merujuk pada perangkat lunak berbasis-web yang memungkinkan kerja sama

kelompok secara lebih terperinci atau terstruktur daripada wiki.

 

Pengguna dapat mengobrol,menulsi pesan,memberikan catatan dan mengirimkan

gambar,serta video.

 

Sebagian ruang kerja bersama berpusat pada dokumen,artinya para pengguna

mengunggah dokumen mereka masing-masing yang lantas dapat di komentari,

diberi catatan,atau diskusi secara online oleh pengguna lain.

 

 

Kelebihan Metode Ruang Kerja Bersama dalam capturing , diantaranya :

 

— Ruang Kerja Bersama hadir berbeda dan bervariasi.

— Fungsi bila ditambahkan sesuai keinginan.

— Banyak Interaksi dengan berbeda orang untuk tukar ilmu.

— Memungkinkan ruang penyimpanan jangka panjang terhadap objek dan dokumen pengetahuan.

 

 

Sedangkan,

Kelemahan Metode Ruang Kerja Bersama dalam capturing , diantaranya :

 

— Tidak terlalu ramah pengguna

— Persayaratan pengenalan diri agak dalam dan tingkat literasi digital dasar.

— Penguasaaan bahasa asing rendah sering tersisih.

— Ruang kerja bersama mensyaratkan moderasi aktif.

 

 

 

#9. Webinar

 

Webinar

 

Perangkat konferensi berbasis web memungkinkan banyak peserta untuk berbagi

kombinasi sajian video,audio,dan teks secara bersamaan tanpa memandang lokasi

mereka ( sepanjang ada koneksi internet ).

 

Webinar luas digunakan untuk pertemuan,diskusi,presentasi,perkuliahan,

dan acara pelatihan.

 

Kelebihan metode webinar dalam capturing , diantaranya :

 

— Peralatan konferensi mudah di akses.

— Peralatan konferensi cocok dengan gaya belajar yang berbeda-beda.

— Peralatan konferensi memudahkan kerja sama waktu nyata lintas jarak jauh

— Peralatan konferensi bisa menjadi pengganti bagi pertemuan tatap muka sehingga irit biaya

— Peralatan konferensi lebih akrab daripada konferensi fisik.

 

 

Sedangkan,

Kelemahan metode webinar dalam capturing , diantaranya :

 

— Layanan konferesi web mahal biayanya.

— Layanan gratis mensyaratkan koneksi internet yang baik

— Kualitas bervariasi dan gangguan muncul tanpa di duga.

 

 

 

#10. Forum Online

 

Forum Online

 

Forum online memungkinkan komunitas terlibat aktif dalam diskusi.

 

Dimana setiap orang dapat berinteraksi dan berbagi informasi melalui perangkat

internet dan media online untuk mendiskusikan suatu topik atau isu-isu

yang menarik bagi anggota forum.

 

Kelebihan Forum Online dalam Capturing Program Inovasi Desa , diantaranya :

 

— Forum online dapat di akses sewaktu-waktu

— Kesetaraan pengguna karena setiap pesan berbobot sama

— Terdapat banyak pandangan berbeda sebagai referensi.

 

sedangkan,

Kelemahan Forum Online dalam Capturing Program Inovasi Desa , diantaranya :

 

— Rawan penyalahgunaan karena tanpa moderasi

— Forum online sangat tergantung pada teks sehingga tidak terlalu cocok untuk

audio dan video.

— Para penutur bahasa asing bisa merasa kurang nyaman untuk

ikut serta dalam diskusi.

 

 

Itulah,10 metode capturing yang bisa anda gunakan.

Silahkan pilih mana yang di rasa anda cocok dan mudah di gunakan untuk

melakukan pendokumentasian kegiatan capturing sehingga tujuan capturing anda

berjalan dengan baik.

Capturing, Inilah 10 Metode yang Bisa Anda Gunakan | Maryadi | 4.5