Megawati Menegur Kepala Desa yang Menuntut Kenaikan Dana Desa 300 Triliun

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menegur para kepala desa yang mengusulkan kenaikan anggaran dana desa hingga 10 persen dari APBN atau sekitar Rp300 triliun. Menurutnya, para kepala desa harus lebih fokus pada bekerja untuk rakyat dan mencintai masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.

 

Megawati mencontohkan semangat Presiden Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia untuk seluruh rakyat. Ia berharap para kepala desa bisa mewujudkan cita-cita pembangunan desa dengan bekerja keras dan tulus.

 

Sebelumnya, para kepala desa meminta kenaikan dana desa pada peringatan sembilan tahun Undang-Undang Desa. Mereka menuntut dana desa setara dengan 10 persen dari APBN.

 

Mega menyarankan agar para kepala desa bekerja terlebih dahulu sebelum memikirkan pembagian dana. Ia menyebut bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyiapkan dana APBN sebesar Rp 3.061,2 untuk tahun 2023.

 

Ia juga merasa prihatin atas banyaknya kepala desa yang masih melakukan demonstrasi. Seharusnya mereka dapat menemui para menteri atau anggota DPR secara baik-baik untuk menyelesaikan masalah. Megawati meminta para kepala desa untuk berhenti melakukan demonstrasi dan menggunakan cara musyawarah mufakat sebagai alternatif penyelesaian masalah.

 

Megawati menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara memberikan pedoman untuk melakukan musyawarah mufakat. Ia berharap para kepala desa dapat mengedepankan semangat Pancasila dalam bekerja dan menyelesaikan masalah.

 

Para kepala desa, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah berkumpul di Gelora Bung Karno dan menuntut agar 10 persen dari APBN dialokasikan untuk dana desa. Mereka juga meminta agar pemilihan kepala desa di 7.000 desa pada 2023 tidak ditunda serta menetapkan Hari Desa Nasional.

 

Dalam acara Desa Bersatu yang digelar di Lapangan Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/3) Megawati mengingatkan para kepala desa bahwa bekerja untuk rakyat harus menjadi prioritas utama mereka. Ia menegur para kepala desa yang lebih fokus pada meminta kenaikan dana desa dan berharap mereka dapat memahami nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas mereka sebagai pemimpin desa.