Program SDGs Desa, Sederhananya Begini !

Sebagai orang yang awam di desa tentu akan sulit sekali untuk mengartikan apa itu program SDGs Desa yang termuat di dalam Permendes 13 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021.

 

Hal ini wajar ya. Kenapa saya katakan wajar? karena istilah ini mungkin baru pertama kali kita dengar. Padahal bila merujuk ke skala yang lebih luas, program SDGs ini sudah diterapkan di banyak negara, hanya yang berbeda kan belum pernah diterapkan kan di level desa.

 

Dan bila berhasil, SDGs Desa ini,merupakan program satu-satunya dan pertama yang diterapkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mungkin nantinya akan dicontoh di banyak negara.

 

Bila anda kurang memahami tentang program ini, secara sederhana SDGs Desa dapat diartikan sebagai program pembangunan berkelanjutan bagi desa.

 

Pemerintah melalui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggadang-gadang dan meyakini bahwa program ini akan berkontribusi 74% terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan.

 

Itu artinya, pemerintah desa melalui dana desa yang dikucurkan dari APBN harus ikut dalam mensupport program ini. Apalagi kita tahu, bahwa program ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) yang artinya tidak ada alasan lagi bagi desa untuk tidak menerapkan program ini.

 

Abdul Halim Iskandar, atau yang akrab dipanggil Gus Menteri menekankan bahwa SDGs Desa adalah pembangunan total atas desa. Hal ini Ia sampaikan dalam pernyataan pers virtual, Kamis (10/12).

 

Akan tetapi, saya tidak meyakini program ini akan berhasil, selama SDGs Desa tidak disosialisasikan dengan baik hingga ke tingkat-tingkat desa.

 

Karena apa?

 

Karena kita tahu sebagian besar pemerintah desa belum memahami secara mendalam terkait program ini. Apa manfaatnya, dan sebenarnya apa tujuan akhir yang ingin dicapai.

 

Oleh karenanya, saya mohon dan meminta ke Kemendesa PDTT agar dapat lebih mensosialisasikan terkait program ini, baik itu melalui tenaga pendamping yang memang sudah dilatih ataupun melalui dinas-dinas yang ditunjuk, sebelum pemerintah desa mengesahkan APBDes 2021.

 

Yang saya pahami, dari program SDGs Desa, hanya mengarah desa untuk fokus ke 18 tujuan pembangunan desa berkelanjutan.

 

18 tujuan pembangunan desa berkelanjutan tersebut, antara lain :

 

Desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa yang berenergi bersih dan terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa inovasi dan infrastruktur desa, desa tanpa kesenjangan, kawasan pemukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, ekosistem laut desa, ekosistem daratan desa, desa damai berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa dan kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

 

Namun secara detail, apa kegiatannya belum teruraikan secara sederhana.

 

Lalu kemudian, muncul kembali dasar pemikiran SDGs 18. Di mana SDGs ini mempunyai tujuan untuk menghargai keberadaan bangsa Indonesia yang beragam dalam agama, budaya, bahasa dan istiadat. Juga menampung kearifan lokal masyarakat dan kelembagaan desa yang produktif agar bertahan bahkan berkembang .

 

Penjelasan mengenai SDGs Desa ini masuk dalam trilogi pertama yang dituangkan dalam buku yang diberi judul ‘SDGs Desa percepatan pencapaian’ ini merupakan rangkaian pertama dari SDGs Desa.

 

Trilogi kedua SDGs Desa buku diterbitkan dalam buku keduanya ya itu SDGs Desa, metodologi dan pengukuran. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kesuksesan arah pembangunan desa nantinya.

 

Hal ini pun akan membuat pemerintah desa tambah pusing, apabila tidak dijelaskan serta segera disosialiasikan secara tepat dengan bahasa-bahasa sederhana yang mudah dipahami.

 

Metodologi ini saya anggap bagus karena telah melewati kontrol akademis guna tercapainya sasaran sasaran dari 18 tujuan SDGs Desa. Namun bila dalam penjelasan ataupun sosialisasinya salah, maka hasilnya pun akan berbeda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *