Langkah Menginput Saldo Awal dan Utang Pajak di Siskeudes 2026

Awal tahun anggaran merupakan periode kritis bagi pengelola keuangan desa. Proses penginputan Saldo Awal dan Utang Pajak di Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) 2026 menjadi fondasi utama pembukuan tahunan yang akurat dan akuntabel.

 

Kesalahan pada tahap ini dapat berimbas pada seluruh laporan keuangan selama satu tahun. Artikel ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah teknis yang tepat berdasarkan prosedur resmi, dilengkapi dengan insight penting untuk menghindari kesalahan umum.

 

1. Persiapan Awal: Parameter dan Rekening

 

Sebelum memulai input data, pastikan parameter sistem telah lengkap dan benar.

 

  • Pastikan data Rekening Kas Desa (RKD) telah diinput di menu parameter. Cek kesesuaian nomor rekening, nama bank (contoh: Bank Sumsel Babel), dan nama pemilik rekening (biasanya format “RKD [Nama Desa]”) dengan buku rekening fisik.
  • Verifikasi data Perangkat Desa dan Parameter Tahun Anggaran 2026 sudah aktif.

 

2. Langkah Menginput Saldo Awal (Neraca Pembukaan)

 

Input dilakukan melalui menu Pembukuan untuk membentuk neraca awal yang seimbang (balance).

 

  • Akses Menu: Data Entry → Pembukuan → Saldo Awal.
  • Klik pada submenu Laporan Kekayaan Desa.
  • Input Aset Lancar:
    • Klik Tambah. Pilih kelompok Aset Lancar → Rekening Kas Desa. Masukkan nominal saldo bank per 1 Januari 2026 pada kolom Saldo Debet. Klik Simpan.
    • Klik Tambah lagi. Pilih kelompok Aset Lancar → Kas di Bendahara Desa. Wajib diisi meskipun saldo nol. Masukkan angka 0 pada Saldo Debet. Klik Simpan.
  • Input Ekuitas (SILPA):
    • Klik Tambah. Pilih kelompok Ekuitas → Ekuitas SAL.
    • Masukkan nominal SILPA tahun sebelumnya (hasil rekonsiliasi) pada kolom Saldo Kredit. Catatan: SILPA di sini adalah ekuitas bersih (aset dikurangi kewajiban).

 

3. Menginput Utang/Kewajiban (Termasuk Utang Pajak)

 

Jika desa memiliki sisa utang, termasuk pajak (PPN, PPh, dll.) dari tahun sebelumnya, input pada tahap ini.

 

  • Pada menu Saldo Awal yang sama, klik Tambah.
  • Pilih kelompok Kewajiban Jangka Pendek.
  • Pilih jenis utang yang sesuai, misalnya:
    • Utang Pajak PPN
    • Utang Pajak PPh
    • Utang Lain-lain (jika ada)
  • Masukkan nilai utang pada kolom Saldo Kredit.
  • Poin Krusial: Sistem akan menampilkan selisih (balance) antara total Debet dan Kredit. Pastikan selisih berwarna merah menunjukkan angka 0 (NOL) sebelum menyimpan dan keluar dari menu. Jika tidak balance, data tidak dapat disimpan.

 

4. Mencatat Penerimaan SILPA di Penatausahaan

 

Setelah saldo awal di-set, langkah berikutnya adalah mencatat penerimaan SILPA sebagai realisasi penerimaan agar muncul di laporan.

 

  • Akses Menu: Data Entry → Penatausahaan → Penerimaan Desa → SILPA Tahun Lalu.
  • Klik Tambah. Isi tanggal (contoh: 01/01/2026) dan uraian (contoh: “Penerimaan SILPA Tahun 2025”).
  • Klik Tambah di bagian Rincian Sumber Dana.
  • Perhatian Penting: Sistem akan menampilkan nominal SILPA berdasarkan anggaran di APBDes 2026. Jika angka ini tidak sesuai dengan realisasi/rekonsiliasi, Anda harus mengubahnya secara manual sesuai dengan jumlah riil per sumber dana (ADD, DDS, BHP, dll.).
  • Setelah total rincian sesuai dengan jumlah SILPA riil, klik Simpan lalu Proses.

 

5. Finalisasi dan Dokumentasi (Siklus Akuntabilitas)

 

  • Cetak & Verifikasi: Cetak Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Bank untuk memastikan saldo awal sudah muncul benar per 1 Januari 2026.
  • Dokumentasi Fisik & Digital:
    1. Cetak Dokumen Jurnal Penerimaan SILPA yang telah diproses.
    2. Tandatangani ASLI oleh Kaur Keuangan, Sekretaris Desa, dan Kepala Desa, serta beri stempel desa. (Peringatan: Tanda tangan TIDAK BOLEH tempel/print, harus asli!).
    3. Scan dokumen yang telah ditandatangani.
    4. Unggah file scan ke aplikasi SPADE atau Sepade (sistem pendukung dokumen).
    5. Salin link/tautan dari dokumen yang diunggah.
    6. Kembali ke transaksi SILPA di Siskeudes, tempelkan link bukti tersebut pada kolom “Link Bukti”.
  • Pelaporan: Setelah semua langkah selesai, Laporan Realisasi Penerimaan akan menampilkan SILPA sesuai inputan riil Anda. Selisih antara kolom Anggaran dan Realisasi akan muncul secara transparan, yang nantinya menjadi dasar untuk Perubahan APBDes.

 

Kesimpulan

 

Proses input saldo awal dan utang pajak di Siskeudes 2026 adalah pondasi akuntansi desa yang membutuhkan ketelitian tinggi. Kunci keberhasilannya terletak pada:

 

  1. Keseimbangan (Balance) mutlak di menu Saldo Awal.
  2. Keberanian mengoreksi angka anggaran dengan data riil di menu Penerimaan SILPA.
  3. Disiplin dalam dokumentasi fisik dan digital sebagai bukti akuntabilitas.

 

Dengan mengikuti panduan ini, Anda tidak hanya menjalankan prosedur teknis, tetapi juga membangun integritas laporan keuangan desa dari hari pertama tahun anggaran.