Struktur Bumdes dan Seperti Apa Seharusnya Peran Pengurus

updesa.com – Ada baiknya sebelum anda membuat struktur bumdes persiapkan terlebih dahulu nama-nama yang akan anda SK kan.

 

Itu penting ?

Jangan sampai ketika anda telah memesan papan nama bumdes tetapi belum terlampir pengurus yang akan dimasukan di dalam struktur.

 

Kan sayang,

Kerja dua kali dan pastinya hasilnya kurang bagus to..

Satu lagi,kalau bisa contoh logo bumdes nya pun telah ada.

 

Buat sebagus mungkin serta menggambarkan komitmen usaha yang akan anda jalankan ke depan.

 

Kalau anda bingung mencari contoh logonya,anda bisa mencari di google..

Banyak sekali contoh di sana.

Cari rekomendasi yang logo bagus,baik dari segi warna,gambar ataupun tampilan.

 

Jika anda masih bingung di mana mencarinya,berikut ini saya kasih beberapa rekomendasinya sebagai bahan inspirasi…

 

Logo Bumdes Mitra Sejahtera

Logo Bumdes Tegal Sari

Logo Bumdes Panggung harjo

 

Perlu di cermati,ketika membuat logo tidak usah terlalu ribet,cari yang simpel aja.

Yang penting bisa menggambarkan usaha yang akan anda jalankan ke depan,

..dan tentunya di sepakati bersama tim perumus bumdes lainya.

 

Sebelum sampai ke pembahasan masalah struktur..

Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dan tentunya sangat penting demi keberlangsungan bumdes anda..

 

Baca juga : Beberapa contoh Bumdes sukses

 

Hal ini terkait peran masing masing pengurus di dalam struktur bumdes..

Jangan sampai ketika anda di tunjuk sebagai pengurus, saat di tanya

Perannya saja tidak tahu…kan malu !!!

 

Oleh sebab itu, melalui panduan ini saya akan bagikan secara gratis tentang peran pengurus bumdes mulai dari tingkat paling atas sampai ke karyawan.

 

Mari kita simak selengkapnya :

 

Seperti Apa Peran Pengurus dalam Struktur Bumdes

 

peran pengurus bumdes

 

Peran Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa

 

== Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa bertindak sebagai fasilitator terhadap

upaya BUMDes dalam mencapai tujuannya.

 

== Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa bertindak sebagai pemberi informasi

kepada BUMDes untuk meningkatkan kinerjanya.

 

== Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa bertindak sebagai evaluator kinerja

BUMDes.

 

 

Peran Dewan Komisaris

 

== Dewan Komisaris bertindak sebagai pengawas, pengkoordinir dan penasehat

operasionalisasi BUMDes.

 

== Dewan Komisaris bertindak sebagai pembuat keputusan penting yang terjadi di dalam

BUMDes.

 

== Dewan Komisaris bertindak sebagai pengamat yang selalu mencari peluang baru yang

dapat dimanfaatkan BUMDes.

 

== Dewan Komisaris bertindak sebagai dessiminator yang membagikan informasi penting

untuk memajukan BUMDes.

 

== Dewan Komisaris bertindak sebagai negosiator yang melakukan perundingan dengan

pihak ketiga.

 

== Dewan Komisaris bertindak sebagai pemberi tugas kepada manajer-manajer unit dan

penyusun rencana usaha BUMDes.

 

== Dewan Komisaris bertindak sebagai penyusun standar kinerja BUMDes.

 

Peran Bagian Keuangan

 

== Bagian Keuangan bertindak sebagai juru buku atau melakukan pencatatan/pembukuan

semua transaksi yang dilakukan unit usaha BUMDes.

 

== Bagian Keuangan bertindak menghimpun dan menyalurkan dana BUMDes sesuai dengan

kebutuhan kepada masing-masing unit usaha.

 

== Bagian Keuangan bertindak sebagai penyusun laporan keuangan harian, bulanan dan

tahunan BUMDes.

 

== Bertindak sebagai juru bayar kepada semua orang yang terlibat dalam melaksanakan

aktivitas BUMDes.

 

== Bagian Keuangan bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris.

 

Peran Manajer BUMDes

 

== Manajer BUMDes bertindak sebagai pelaksana operasional unit kerja yang di bawah

wewenangnya.

 

== Manajer BUMDes bertindak sebagai pengendali unit kerja yang di bawah

wewenangnya.

 

== Manajer BUMDes bertindak sebagai pembuat keputusan pada unit kerja yang berada

di bawah wewenangnya.

 

== Manajer BUMDes bertindak sebagai pemberi informasi kepada pihak-pihak yang

berkepentingan.

 

== Manajer BUMDes bertindak sebagai entrepreneur, yakni penggagas ide kreatif yang

dapat memberikan keuntungan kepada BUMDes.

 

== Manajer BUMDes bertindak sebagai penanggungjawab dalam mengelola sumber daya

yang dimiliki BUMDes.

 

== Manajer BUMDes bertindak sebagai tokoh (figurehead) dalam melakukan tugas-tugas

seremonial seperti menyambut tamu, menjamu rekan kerja, mewakili BUMDes

dalam acara-acara penting (workshop, pengarahan di Kabupaten atau Provinsi), dsb.

 

== Manajer BUMDes bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris.

 

 

Peran Sekretaris

 

== Membantu manajer unit dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

 

== Melakukan pencatatan aktivitas-aktivitas penting yang harus didokumentasikan.

 

== Menyusun laporan kinerja unit usaha.

 

== Menyimpan file-file penting yang berhubungan dengan aktivitas unit usaha BUMDes.

 

== Menyediakan laporan-laporan penting yang harus diinformasikan kepada pihak-pihak

yang berkepentingan.

 

== Bertanggungjawab kepada Manajer Unit.

 

Peran Bendahara

 

== Sebagai juru bayar transaksi yang dilakukan unit usaha BUMDes.

 

== Sebagai kasir yang menerima pembayaran dari transaksi unit usaha BUMDes.

 

== Sebagai pencatat seluruh uang masuk dan keluar (cashflow) unit usaha BUMDes.

 

== Bertanggungjawab kepada Manajer Unit.

 

 

Peran Karyawan

 

== Pelaksana tugas harian yang langsung berhubungan dengan konsumen.

 

== Membantu Manajer Unit dalam melayani konsumen.

 

== Membantu Manajer Unit dalam melakukan pengechekan barangbarang dagangan.

 

== Bertanggungjawab kepada Manajer Unit.

 

Nah,itulah beberapa peran pengurus bumdes yang wajib anda pahami.

Kembali ke topic diatas..

Tadi saya kan sudah bilang akan membuatkan contoh struktur organisasi bumdes.

 

Untuk itu disini saya telah sediakan 3 file contoh stuktur bumdes yang bisa anda download secara gratis..

contoh struktur bumdes

Berikut filenya :

 

Struktur Orgamisasi Bumdes.png

Stuktur Oganisasi Bumdes.Pdf

Stuktur Organisasi Bumdes.Ai

 

Oy,satu lagi

Dan yang menjadi kesimpulan dalam artikel ini..

Sebagus apapun desain struktur bumdes,yang paling penting ialah memahami peran masing masing pengurus agar tidak terjadi tumpang tindih dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam kubu organisasi.