Inilah Jenis Kegiatan Padat Karya Tunai Desa 2024

Dana Desa merupakan sumber dana yang penting untuk mengembangkan dan memajukan desa-desa di Indonesia.

 

Salah satu pendekatan utama dalam penggunaan Dana Desa adalah program Padat Karya Tunai Desa, yang memiliki fokus utama pada pembangunan sarana prasarana di desa dan pemberdayaan sumber daya alam secara lestari.

 

Program Padat Karya Tunai Desa menetapkan prinsip-prinsip yang menjadi landasan dalam pelaksanaannya.

 

Prinsip inklusif, partisipatif, transparan, akuntabel, efektif, serta swadaya dan swakelola menjadi dasar untuk menjalankan program ini.

 

Ini berarti program ini tidak hanya bertujuan untuk membangun infrastruktur dan sumber daya alam, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat desa terlibat dalam seluruh prosesnya.

 

Salah satu poin penting dalam program Padat Karya Tunai Desa adalah alokasi anggaran upah kerja. Setidaknya 50% dari total biaya per kegiatan harus dialokasikan untuk upah kerja.

 

Upah ini mencakup berbagai aspek, seperti pembayaran tenaga kerja yang mengangkut bahan material, penyiapan lokasi bangunan, dan pelaksanaan kegiatan pembangunan.

 

Selain itu, program ini memberikan prioritas kepada berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti penganggur, setengah penganggur, perempuan kepala keluarga, anggota keluarga miskin, dan anggota masyarakat marginal lainnya.

 

 

Jenis Kegiatan Padat Karya Tunai Desa 2024

 

Jenis Kegiatan Padat Karya Tunai Desa 2024

Gambar Screenshoot Bahan Sosialisasi Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa 2024 dari Kemendesa PDTT yang bersumber dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2023

 

Padat Karya Tunai Desa mencakup sejumlah jenis kegiatan yang mendukung ketahanan pangan, pengembangan pariwisata desa, perdagangan logistik pangan, serta industri pengolahan dan pergudangan untuk pangan.

 

Berikut adalah rangkuman dari setiap jenis kegiatan:

 

1. Pertanian dan Perkebunan untuk Ketahanan Pangan: Program ini mencakup pemanfaatan lahan kosong milik desa untuk tanaman pangan dan perkebunan, serta pemanfaatan lahan kosong milik warga untuk penanaman sayuran dan tanaman lainnya.

 

Selain itu, penanaman tumpang sari tanaman pokok di lahan perkebunan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan desa.

 

2. Wisata Desa: Ini mencakup pemeliharaan kebersihan tempat wisata yang dikelola oleh badan usaha milik desa atau bersama-sama dengan badan usaha milik desa.

 

Selain itu, kebersihan tempat kuliner yang dikelola oleh entitas serupa juga menjadi bagian dari program ini. Program ini juga mendorong partisipasi warga dalam usaha-usaha yang terkait dengan lokasi wisata desa.

 

3. Perdagangan Logistik Pangan: Dalam program ini, perawatan bangunan pasar merupakan salah satu komponen utama.

 

Badan usaha milik desa atau bersama-sama dengan badan usaha milik desa berperan sebagai agregator, yaitu mengumpulkan komoditas dari desa dan menjualnya di pasar yang lebih luas.

 

Program ini juga memberikan talangan kepada petani dan pengusaha kecil untuk mendukung produksi mereka, serta memberikan tambahan modal bagi produksi yang menguntungkan di desa.

 

4. Industri Pengolahan dan Pergudangan untuk Pangan: Ini mencakup perawatan gudang yang dimiliki oleh badan usaha milik desa atau bersama-sama dengan badan usaha milik desa.

 

Program ini juga melibatkan perawatan alat penggilingan padi yang dimiliki oleh badan usaha milik desa atau bersama-sama dengan badan usaha milik desa.

 

Selain itu, penyewaan gudang secara murah yang sebagian dibayar melalui dana desa juga menjadi bagian dari upaya untuk mendukung industri pengolahan dan pergudangan pangan.

 

Semua kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengelola wisata desa dengan baik, dan mendukung ekonomi lokal.

 

Dengan demikian, program Padat Karya Tunai Desa merupakan langkah yang sangat signifikan dalam upaya pemberdayaan dan pembangunan desa.

 

Penggunaan Dana Desa yang diutamakan untuk program ini memberikan peluang bagi masyarakat desa untuk terlibat aktif dalam pembangunan lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memastikan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari.

 

Hal ini tidak hanya membantu memajukan desa-desa di Indonesia, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sana. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat dan membangun keberlanjutan ekonomi dan sosial di seluruh negeri.