Contoh Portofolio Sertifikasi Pendamping Desa

Oleh Mariyadi10 September 2022
Contoh Portofolio Sertifikasi Pendamping Desa

Saya akan sedikit memberikan gambaran simpelnya, bagaimana cara menyusun portofolio sertifikasi pendamping desa.

 

Kita tahu. Saat ini banyak sekali contoh ataupun format portofolio Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang berseliweran di internet guna persiapan sertifikasi pendamping desa.

 

Akan tetapi, apakah semuanya contoh ataupun format tersebut memenuhi standar kebenaran yang mutlak. Sehingga ketika nanti kita diuji oleh tim assesor, kita dapat lolos 100% dengan menggunakan format-format itu.

 

Saya sendiri tidak begitu percaya. Karena apa? Karena lolos ataupun tidaknya kita dapa uji sertifikasi. Itu tergantung bagaimana kita menguasai sebuah regulasi desa, sehingga regulasi tersebut, mampu kita terapkan dalam proses memfasilitasi desa.

 

Sederhananya, uji sertifikasi itu, bukan hanya diberkas saja. Melainkan, bagaimana kita menguasai sebuah materi regulasi, sehingga kita mampu menerangkan ke tim penguji/assesor tahap demi tahapannya.

 

Supaya apa? Agar supaya mereka percaya dan yakin, bahwa kita itu kompeten dan layak lolos dalam uji sertifikasi ini.

 

Itu artinya, berkas pendukung bukanlah syarat mutlak yang dapat membuat kita lolos begitu saja. Akan tetapi, berkas yang relevan hanya membuktikan, bahwa kita sudah pernah melakukan fasilitasi terhadap elemen yang akan diujikan.

 

Itu saja sih, sedikit tanggapan saya mengenai contoh portofolio sertifikasi pendamping desa 2022 yang banyak berseliweran di internet. Yang saya sendiri belum begitu percaya kebenarannya.

 

Intinya, temen-temen penuhi saja apa yang diperlukan dalam form APL 02 sesuai dengan apa yang pernah temen-temen fasilitaskan ke desa.

 

Semisal, untuk judul unit melakukan fasilitasi pendataan desa, mulai dari elemen satu, yaitu: identifikasi kebutuhan data, hingga ke elemen yang ketiga, yaitu: melakukan fasilitasi penyusunan laporan pendataan desa.

 

Semua berkas yang relevan temen-temen penuhi. Dan juga, temen-temen pun harus paham, bagaimana alur pendataan desa tersebut sesuai apa yang telah atur dalam regulasi. Agar supaya ketika temen-temen di uji, bisa lolos 100%.

 

Terakhir, untuk gambar contoh portofionya, saya kira simplenya begini. Penuhi saja apa yang diminta dalam kriteria unjuk kerja. Setelah itu, lampiran bukti-buktinya, sesua apa yang menurut temen-temen relevan untuk dapat meyakinkan tim penguji/assesor.

 

Itu saja sih.

 

Baca juga : Syarat Sertifikasi Pendamping Desa

Bagikan Artikel

Penulis Artikel

Mariyadi

Mariyadi adalah Business Assistant (BA) KDKMP di Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Pengalamannya yang lebih dari 10 tahun dimulai dari akar rumput sebagai perangkat desa, lalu diperdalam sebagai Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kemendes PDT. Tulisan-tulisan di blog ini lahir dari persimpangan unik ketiga peran tersebut, dan ditujukan untuk menjadi referensi praktis yang menjembatani kebijakan dengan realita lapangan, menuju kemandirian desa dan koperasi desa Indonesia.